Penderita Gangguan Jiwa di Pangandaran Meningkat

40
0
KEGIATAN. Para penderita gangguan jiwa di Kabupaten Pangandaran melakukan kegiatan produktif Kamis (28/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
KEGIATAN. Para penderita gangguan jiwa di Kabupaten Pangandaran melakukan kegiatan produktif Kamis (28/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Pangandaran mencapai ribuan, sejak tiga tahun terakhir ini.

Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran dr Rina Veriany mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun, setidaknya ada seribu lebih penderita sakit jiwa di Kabupaten Pangandaran.

Ia mencatat pada tahun 2017 lalu penyakit jiwa ada 385 orang, kemudian di tahun 2018 425 orang dan tahun 2019 meningkat menjadi 545 orang.

”Memang ada peningkatan dan kita himpun mereka melalui Komunitas Kesehatan Jiwa Mandiri Produktif (Kaswari),” ujarnya kepada wartawan Kamis (28/11).

Menurut dia, dengan dibentuknya komunitas tersebut diharapkan bisa memaksimalkan penanganan dan pengobatan para penderita gangguan jiwa. ”Untuk pengobatan akan lebih teratur dan terakomodir,” terangnya.

Menurut dia, para penderita gangguan jiwa ini diberi obat setiap waktu, agar kesehatan jiwa mereka bisa cepat pulih kembali.

”Selain itu, mereka juga diajak berkegiatan positif diantaranya bermain, menari, berolahraga dan kegiatan produktif lain,” jelasnya.

Jika nantinya mereka mendapat keterampilan, maka tidak akan susah lagi saat terjun kembali ke masyarakat. ”Sehingga diharapkan mereka bisa lebih mandiri saat sembuh nanti,” tuturnya.

Menurutnya, seseorang yang mengalami gangguan jiwa disebabkan beberapa faktor seperti masalah ekonomi, asmara dan cita-cita yang tidak kesampaian.

”Saat ini, banyak penderita gangguan jiwa yang malu untuk ikut program Kaswari, padahal ini sangat bermanfaat untuk mempercepat kesembuhan mereka,” jelasnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.