Warga Diminta Peduli dengan Cara Mendonorkan Darahnya

Penderita Thalasemia di Kota Banjar Meningkat

37
RAMAH. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menggendong salah satu anak saat Ulang Tahun Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia di RSUD Kota Banjar Jumat (12/4). Wali kota mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian dengan mendonorkan darahnya.

BANJAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar memperingati Hari Ulang Tahun Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Kota Banjar ke-7 di Aula RSUD Kota Banjar Jumat (12/4). Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap penderita thalasemia.

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menyebutkan penderita thalesemia dari tahun 2012 hingga sekarang mengalami peningkatan.

“Ya, dari tahun 2012 kini meningkat. Asalnya 61 orang, kini 138 orang yang menderita thalasemia,” jelasnya.

Para penderita tersebut, kata dia, membutuhkan darah sebanyak 700 labu. Ade Uu Sukaesih berharap masyarakat peduli dengan menyumbangkan darahnya bagi para penderita thalasemia.

“Karena dari 138 itu ada yang menggunakan dua hingga tiga labu dalam perbulannya, maka dari itu saya mengimbau kepada semua agar mau menyumbangkan darahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, pada kegiatan Hari Ulang Tahun Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia, Pemerintah Kota Banjar menghibahkan kendaraan dinas untuk mengangkut para penderita ke RSUD.

“Pengobatan sudah gratis. Nah sekarang karena kasian juga bagi yang kurang mampu serta rumahnya jauh harus mengeluarkan ongkos hingga Rp 30-40 ribu, kini kami fasilitasi kendaraannya secara gratis,” tuturnya.

Sekretaris Popti Sri M Sukmayati mengatakan kegiatannya tersebut diselenggarakan kedua kalinya, sebagai pengingat akan thalesemia.

“Informasi tentang penyakit thalasemia dulu memang kurang. Nah sekarang kita selalu menginformasikan dan menyosialisasikan penyakit thalasemia, sehingga dengan gejala-gejalanya para orang tua bisa tahu apakah itu penyakit thalasemia atau tidak,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada didalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu wali kota yang sudah memberikan mobil kameumeutnya, Si Ebreg, untuk kebutuhan penderita thalasemia yang ingin melakukan pengobatan,” ucapnya.

Sri pun berharap masyarakat peduli terhadap pasien thalasemia. Mereka sangat membutuhkan stok darah setiap bulannya sebanyak 700 labu.

“Untuk obat kelasi besi, pihak RSUD sudah men-stok dengan aman bagi para penderita. Namun kebutuhan stok darah sangat kurang, terutama nanti pada bulan puasa, sangat minim stok darah,” pungkasnya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.