Pendidikan Pra Sekolah di Ponpes Idrisiyyah Mengedepankan Nilai Keagamaan pada Anak

81
0
ISTIMEWA GENERASI HEBAT. Divisi Pendidikan Pra Sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah menciptakan generasi hebat, saleh dan salehah. Foto ini, diambil sebelum pandemi.

TASIK – Pondok Pesantren Idrisiyyah terus berkontribusi untuk kemaslahatan umat. Salah satunya melalui lembaga pendidikan pra sekolah. Sejak didirikan 2011 hingga kini telah berdiri 16 lembaga pendidikan.

Kepala Divisi Pendidikan Pra Sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah Ustadz Asep Saeful Milah SSy menjelaskan pendidikan pra sekolah di Pondok Pesantren Idrisiyyah sudah menjadi divisi karena pendidikan di Ponpes Idrisiyyah sudah menjadi direktorat.

”Divisi Pra Sekolah ini dimulai dari daycare atau setara kalau dalam kedinasan yakni TPA,” kata Ustadz Asep Saeful Milah SSy di kantornya Selasa (15/9/2020).

Pendidikan pra sekolah di bawah Ponpes Idrisiyyah itu dimulai dari daycare, kober, RA, TKA. Untuk Tasikmalaya Ponpes Idrisiyyah membawahi enam lembaga pendidikan pra sekolah, sedangkan lembaga lainnya berada di Jakarta, Karawang, Bogor, Subang, Padaherang dan Pangandaran.

“Semuanya ada 16 lembaga pendidikan pra sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Idrisiyyah,” ungkapnya.

Ustadz Asep menjelaskan, pada dasarnya pendidikan pra sekolah di bawah naungan Ponpes Idrisiyyah tidak berbeda dengan pendidikan pra sekolah lainnya: sama-sama menginduk ke Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

“Kelebihannya mungkin untuk pendidikan pra sekolah kita dengan mengedepankan pendidikan nilai-nilai keagamaan. Itu yang menjadi kekhasan kita,” jelas dia.

Dalam pendidikan pra sekolah di Ponpes Idrisiyyah diajarkan tentang iman, Islam dan ihsan. Untuk iman misalnya pembelajaran tentang ketauhidan seperti mengenal Asmaul Husna. Untuk Islam tentang fikih, belajar wudu, salat Duha dan lainnya.

“Untuk ihsan sendiri tasawuf untuk anak usia dini, kejujuran, menghormati orang tua termasuk bersedekah. Jadi kita ajarkan rukun-rukun agama sejak dini,” kata Ustadz Asep.

Namun tetap dalam pelajaran semua itu disesuaikan dengan porsi dan metodeloginya sesuai usia anak. “Dalam pembelajarannya lebih disederhanakan dan mudah dipahami oleh anak-anak,” ujarnya.

Contoh pembelajaran yang disederhanakan itu seperti bersedekah setiap hari. Tujuannya, bukan dari jumlah sedekahnya melainkan kemauan anak bersedekah. “Itu merupakan pembelajaran tasawuf yakni menjadi orang dermawan dan itu diberlakukan setiap hari oleh anak,” kata Ustadz Asep.

Pembelajaran tasawuf untuk anak yaitu menabung di rumah lalu disedekahkan melalui kotak amal yang disediakan di sekolah.

“Setelah uangnya terkumpul banyak anak itu menyedekahkannya melalui kotak amal yang disediakan oleh kami. Saat sedekah itu didampingi oleh orang tuanya,” kata Ustadz Asep menjelaskan.
Salah satu contoh keberhasilan dari pendidikan bersedekah tersebut salah satunya menjadi anak yang dermawan dan peduli kepada orang lain.

“Dana sedekah tersebut bila sudah terkumpul banyak untuk membantu siswa yang membutuhkan seperti siswa sakit, khitanan dan lainnya, sehingga tidak memberatkan siswa ketika akan memberikan bantuan,” tutur Ustadz Asep.

Untuk tenaga pendidik di lembaga pendidikan pra sekolah Ponpes Idrisiyyah yaitu alumni santri yang memiliki keahlian dan keilmuan pendidikan pra sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan tenaga pendidiknya juga dari luar pondok pesantren.

“Pendidikan dari luar juga direkrut dengan mekanisme yang berlaku. Karena memang yang masuk menjadi pendidik dilihat dari orientasinya. Kalau orientasinya hanya bekerja dan mencari uang bukan tempatnya, karena pendidikan di Ponpes Idrisiyyah ini yakni berkhidmat kepada agama, mengamalkan ilmu dan bersilaturahmi. Karena kami yakin rezeki itu bila memiliki niat baik, silaturahmi, membela agama Allah SWT, mencerdaskan umat akan datang sendirinya,” papar Ustadz Asep.

Siswa dari 16 lembaga pendidikan pra sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Idrisiyyah sekitar 195 orang.

Agar pendidikan sejalan dan berkesinambungan, maka pihaknya menawarkan orang tua siswa agar memasukan anaknya melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar di lembaga pendidikan Pondok Pesantren Idrisiyyah. Namun itu juga tergantung orang tua.

“Sifatnya kami hanya menawarkan, tetapi 90 persen melanjutkan pendidikan dasar di lembaga pendidikan Pondok Pesantren Idrisiyyah. Karena kita memiliki kurikulum integrasi sehingga akan sejalan,” kata dia.

Selama ini, pendidikan pra sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Idrisiyyah meraih prestasi. Bahkan sampai ke tingkat Kabupaten Tasikmalaya. “Prestasi itu dari seni dan hafalan, karena lomba kita ikuti tergantung lombanya,” kata dia.

Ustadz Asep menargetkan lebih banyak lagi pendidikan pra sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Idrisiyyah. Untuk itu dalam waktu dekat, rencananya akan dibuka pendidikan pra sekolah di daerah Garut dan Purwakarta.

Mendirikan lembaga pendidikan pra sekolah merupakan misi Pondok Pesantren Idrisiyyah untuk membantu pemerintah mencerdaskan umat. “Kami memiliki target siswa saleh dan salehah,” harap Ustadz Asep. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.