Penebangan Pohon Disoal

69
0

INDIHIANG – Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup (LPLHI) Kota Tasikmalaya menyoal maraknya aksi penebangan pohon di Kota Resik. Hal itu disampaikan pada audiensi yang digelar di Ruang Banmus DPRD, Jumat (6/12).

“Kami meninjau belakangan ini masif terjadi adanya penebangan, satu pohon saja ketika tanpa izin itu bisa disanksi karena ada mekanismenya,” ujar Ketua DPD LPLHI Kota Tasikmalaya Asep Devo pada wartawan.

Menurutnya, ada beberapa pohon di ruas jalan yang ditebang di Kota Tasikmalaya terutama juga di Jalan Letjen Mashudi. Ia mencatat terdapat tujuh titik pohon yang ditebang. “Itu kan statusnya jalan provinsi, kita dengar dari pihak provinsi itu belum ada izin namun pohonnya sudah ditebang,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono mengakui upaya penebangan harusnya tidak sembarangan. Namun, harus melalui prosedur dengan berkoordinasi terhadap stakeholder terkait. “Penebangan pohon alasannya harus kuat jangan sampai untuk kepentingan sekelompok atau perusahaan saja,” tuturnya.

Ia meminta Dinas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perawaskim) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menempuh terlebih dahulu apabila hendak menebang pohon. Termasuk mengawasi sejumlah masyarakat atau perusahaan yang melakukan penebangan tanpa izin. “Sebab, tadi informasi yang berkembang ditengarai ada pemotongan dari pihak swasta juga,” ucap politisi PAN itu.


Bagas mengatakan dari keterangan dinas terkait, penebangan yang dilakukan dalam upaya mengantisipasi pohon tumbang atau hal yang tidak diinginkan sudah sesuai prosedur dan menempuh koordinasi terhadap provinsi, bagi pohon yang statusnya di jalan provinsi. “Nah asetnya (runtuhan pohon, Red) kami menyarankan baiknya dihibahkan saja karena nilai aset tidak begitu besar,” katanya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.