Penelantar Bayi Masih Buron

55
0
AKP Risqi Akbar SIK Kasat Reskrim Polres Ciamis

CIAMIS – Polres Ciamis sampai kemarin masih memburu terduga penelantar bayi, As (24) dan Ja. As adalah ibu bayi perempuan yang meninggal dua hari lalu di RSUD Ciamis. Sedangkan Ja, sementara diduga pasangan As.

“Semoga para pelaku ini bisa cepat ditangkap, karena telah melakukan penelantaran anaknya hingga meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Risqi Akbar SIK Kamis (26/12) siang.

Kasat menduga, As dan Ja merupakan pasangan muda. Mereka kuat dugaan memiliki rencana menelantarkan anak perempuan yang baru dilahirkan As sehari itu. “Keduanya harus mem­pertanggungjawabkan segala perbuatannya,” kata Risqi.

Saat ini, kata Risqi, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian Tasikmalaya, karena diduga As melahirkan di wilayah Kota Tasikmalaya.

Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ciamis Vera Fillinda SH MH mendukung langkah kepolisian mengusut tuntas penelantaran bayi hingga meninggal dunia terebut. “Semoga pelakunya bisa tertangkap serta diproses sesuai hukuman yang berlaku,” ujarnya.

Perbuatan As dan Ja yang menelantarkan anak, kata Vera, jelas-jelas perbuatan tidak bertanggung jawab. Apalagi bayinya sampai meninggal dunia. “Sangatlah biadab dan tidak perikemanusiaan. Di mana seorang ibu tega menelantarkan anak yang baru lahir dengan dikasihkan orang lain, bahkan malangnya juga mengenaskan hingga meninggal dunia,” kecamnya.

Seorang perempuan muda berinisial As (24), sebelumnya, memberikan bayi yang baru dilahirkannya kepada seorang paraji, Maryam (55) Minggu (22/12). Setelah menjalani perawatan di RSUD Ciamis, bayi perempuan itu meninggal dunia Rabu (25/12) sekitar pukul 06.00 di RSUD Ciamis.

“Jasad bayi telah dikuburkan oleh pihak RSUD Ciamis ke pemakaman umum di Kecamatan Ciamis,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis AKP Risqi Akbar SIK Rabu (25/12).

Kasat menjelaskan informasi soal bayi tersebut bermula dari Uus (42), warga Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Kepada Polsek Cikoneng, Uus mengatakan saat bermain tenis melihat Maryam (55), tukang pijit dan paraji membawa sesuatu yang ditutupi kain samping atau selendang. Karena mencurigakan, Uus menanyakan ”barang” yang dibawa Maryam saat itu. Kepada Uu, Maryam menjelaskan bahwa yang dibawanya adalah seorang bayi. Bayi tersebut, kata Maryam, kepada Uus, dititipkan dan disuruh dirawat oleh seseorang.

Uus kemudian melihat ”barang” yang dibawa Mar­yam. Dia lalu melaporkan soal bayi itu kepada Rahmat (56), ketua RT setempat. Setelah itu Uus dan Rahmat membawa bayi tersebut kepada Nunung Nurlia (45), bidan untuk dilakukan perawatan.

“Setelah dilakukan pengecekan kesehatan ternyata bayi tersebut baru dilahirkan dan diperkirakan baru berumur satu hari dan berjenis kelamin perempuan. Kondisinya sudah lemas,” ujarnya Minggu (22/12).

Melihat kondisi bayi tersebut mulai melemas, Nunung Nurlia menyarankan agar bayi perempuan itu untuk segera dilakukan perawatan medis secara intensif ke RSUD Ciamis.

“Dengan adanya kejadian tersebut, anggota kami dari Polsek Cikoneng melakukan pemeriksaan terhadap tukang urut (paraji, Red) Maryam (55),” terangnya.

Hasil pemeriksaan kepada Maryam, kata Kasat, pada Minggu (22/12) sekitar pukul 14.00, dia dijemput oleh seorang laki-laki yang mengaku bernama Ja. Maryam diminta memijat seorang perempuan di daerah Kota Tasikmalaya. Setelah sampai di sebuah rumah di daerah Tasikmalaya, Maryam sudah melihat seorang bayi. Sewaktu itu Maryam memijat seorang perempuan yang diduga baru melahirkan. Perempuan ter­sebut dikenali oleh Maryam yang diduga bernama inisial As.

Setelah Maryam selesai memijatnya, Ja, kata Kasat, menyuruh Maryam membawa bayi tersebut untuk dirawatnya. Namun Maryam menolaknya. Karena tidak sanggup untuk membiayai bayi tersebut. Ja, kata Maryam, memaksanya. Maryam pun menuruti permintaan Ja, karena merasa kasihan terhadap bayinya. Setelah itu Ja mengantarkan kembali Maryam ke rumahnya dan tiba sekitar jam 17.30. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.