Penelusuran Identitas Mayat Membusuk di Cigalontang Terungkap, Korban Janda Beranak Satu, Dibunuh Pria Beristri Dua

3246
0
EKSPOSE. Pelaksana harian (Plh) Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya SIK memimpin ekspose kasus pembunuhan Rosita yang mayatnya ditemukan membusuk di Kecamatan Cigalontang, Rabu (7/8). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya dan Polsek Cigalontang berhasil mengungkap identitas mayat perempuan yang ditemukan membusuk di perkebunan warga Kampung Cikupa Desa Sirnagalih, Cigalontang Kamis (20/6).

Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut teridentifikasi bernama Rosita (21) asal Kampung Randupurung Desa Sukasenang Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. Korban diketahui seorang janda beranak satu yang dibunuh kekasihnya, pria beristri dua.

Pelaksana harian (Plh) Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya SIK mengatakan, pengungkapan penemuan mayat perempuan di Cigalontang berawal adanya laporan dari Ai Rita (49) warga Randupurung Desa Sukasenang Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut yang kehilangan anaknya.

“Warga tersebut mendatangi Polres Tasikmalaya setelah mayat tersebut ditemukan. Kemudian mencocokkan ciri-ciri anaknya yang hilang dengan mayat perempuan yang ditemukan. Ternyata ciri-ciri yang diungkapkan Rita, sesuai dengan hasil autopsi pihak kepolisian terhadap kerangka jasad tersebut,” katanya saat ekspose di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (7/8).

Lanjut dia, setelah mengantongi identitas korban, pihaknya langsung mengumpulkan informasi lebih dalam dan melakukan penyelidikan kemudian menyimpulkan mayat tersebut adalah korban pembunuhan.

Kata dia, anggota langsung bergerak mencari pelaku. Berdasarkan informasi dan pendalaman, pada akhirnya kecurigaan mengarah pada Pelaku SJ (43) asal Kampung Cigandok Desa Karyamekar Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut yang tidak lain adalah pacar korban.

“Kita dapat informasi dari keluarganya bahwa korban sempat dekat dengan seorang pria. Akhirnya kita mengarah kepada pelaku yang sempat menjalin hubungan dengan Rosita. Kita tangkap pelaku di rumahnya di Cilawu, Selasa (6/8),” kata dia.

Menurut Sunarya, pelaku mengakui telah membunuh Rosita karena cemburu. Di mana selama pacaran, korban kedapatan oleh pelaku sering menelepon dengan pria lain.

“Korban sempat di bawa main ke Cigalontang, ternyata pelaku merencanakan untuk membunuhnya. SJ semakin terbakar api cemburu karena saat keduanya bertemu, korban mendapatkan telepon dari laki-laki yang merupakan mantan suaminya. SJ membunuh kekasihnya yang dikenal melalui radio itu dengan cara dicekik hingga tewas dan meninggalkannya di perkebunan di Cigalontang,” ujarnya, menjelaskan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH menambahkan, pelaku sudah punya dua istri ketika menjalin asmara dengan korban. Keseharian pelaku adalah seorang pedagang balon. Sedangkan korban janda beranak satu.

Kata dia, pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 351 tentang penganiayaan mengakibatkan nyawa seseorang melayang dan 353 pencurian barang sampai menimbulkan korban. Pelaku diancam 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

“Pelaku ini setelah membunuh membawa kabur motor, gelang dan HP korban. Namun belum sempat dijual,” kata Pribadi kepada wartawan.

SJ, pelaku pembunuhan mengaku latar belakang melakukan aksi tersebut karena cemburu ketika korban sering berhubungan atau menelepon pria lain. “Saya cemburu, hubungan dengan saya tapi masih telepon pria lain. Ketika ditanya ada cowok telepon, pacar saya tidak jawab. Akhirnya punya niat membunuhnya. Saat berpacaran saya masih memiliki dua istri tanpa sepengetahuan korban,” katanya.

Tempat yang sama, Ai Rita (49), ibu korban mengatakan awal mula anaknya hilang saat membeli susu untuk anaknya. Tetapi setelah itu, hilang selama satu bulan tanpa ada kabar. “Di mata keluarga Rosita jadi anak kesayangan. Rosita sejak lahir mengalami kelainan bibir sumbing. Saya sama bapaknya sangat sayang sama dia,” ujarnya.

Kata dia, memang beberapa waktu sebelum Rosita hilang, diketahui sedang dekat dengan pria yang belum diketahui identitasnya. Karena belum pernah ada pria yang ke rumah bertemu dengan Rosita. “Saya sakit sekali anak saya dibunuh oleh pelaku. Saya minta pelaku dihukum mati,” katanya.(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.