Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.2%

19.8%

7.3%

69.6%

Penerapan Protokol Kesehatan di Garut Diperketat

53
0

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut akan memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dan pusat perbelanjaan. Hal itu dilakukan menyusul meningkatkan kasus konfirmasi positif Covid-19.

“Kita perketat lagi protokol kesehatannya, terutama bagi warga yang baru kembali dari luar kota,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan usai apel pagi di Lapang Setda Garut, Senin (14/9).

Baca juga : 5 Pasien Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUD Garut Sembuh

Selain memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat, sejumlah pusat keramaian akan kembali diawasi agar warga patuh terhadap protokol kesehatan.

Pemkab Garut akan mencontoh upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan Covid-19.

Hingga kini, sudah ada 125 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Garut. Dari jumlah itu, sebanyak 32 orang menjalani isolasi di rumah sakit, satu orang isolasi mandiri, 88 dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Peningkatan kasus konfirmasi Covid-19, menurut Rudy, setelah pemkab gencar melakukan swab test. Perkantoran, objek wisata hingga pusat keramaian lainnya jadi target pelaksanaan swab test. “Dari 27 ribu yang ditargetkan tes swab, kini sudah di angka 20 ribuan. Pelaksanaan tes swab masih terus berjalan,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan swab test bisa selesai pada Oktober. Target 27 ribu orang atau satu persen dari warga Garut bisa mengikuti swab test. “Ini sesuai dengan instruksi pemerintah untuk terus melakukan tes swab. Makanya kasus positif terus bertambah,” katanya.

Rudy menyebut terus melakukan razia protokol kesehatan. Sesuai Perbup nomor 47 tahun 2020, warga harus mematuhi protokol kesehatan. Terutama penggunaan masker saat di ruang publik.

“Razia yang selama ini digelar merupakan bagian dari prioritas untuk mendisiplinkan masyarakat. Biar mereka menjalankan protokol kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga telah mendapat tambahan bantuan relawan. Para relawan itu akan disebar ke sejumlah wilayah yang rawan terpapar Covid-19.

Pemerintah telah menyiapkan kendaraan water supply yang secara masif melakukan penyemprotan disinfektan.

Baca juga : MUI Garut Pastikan Paguyuban Tunggal Rahayu Aliran Sesat

Pihaknya juga akan mengadopsi pola Pemprov DKI Jakarta yang mengawasi pusat keramian. Terutama tempat yang mengundang kerumanan massa. “Orang yang baru datang dari luar kota juga akan kami periksa. Pasar, mal dan tempat keramaian lainnya akan diperketat lagi pengawasannya,” katanya.

Menurut Rudy, banyak klaster baru yang berpotensi menimbulkan kasus positif Covid-19. Warga pun jangan terlalu acuh dengan kondisi saat ini, meski sudah tak dilaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Garut. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.