Dewan Setuju, Bappeda Masih Mengkaji

Penerbitan Perbup Penanggulangan Kemiskinan Jadi Bentuk Keseriusan Pemerintah

71
0

CIAMIS – Usulan akademisi agar Pemerintah Kabupaten Ciamis mengeluarkan peraturan bupati turunan Perda No 11 tahun 2016 Penanggulangan Kemiskinan, mendapatkan dukungan anggota Komisi D DPRD Ciamis Yogi Permadi.

Menurut Yogi, penerbitan Per­bup Penanggulangan Kemiskinan meru­pakan bentuk keseriusan Pemkab Ciamis menangani kemiskinan. “Karena peran pemerintah dalam hal ini, harus benar-benar serius dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Yogi saat diwawancarai Radar, Rabu (20/11).

Yogi pun berpesan agar Pemkab Ciamis membenahi pendataan warga miskin. Karena sepengetahuannya masih banyak data kemiskinan di Ciamis yang tidak sinkron dengan data basis data terpadu (BDT). “Masih banyak warga miskin yang tidak tercatat di BDT. Artinya banyak warga yang memang tidak miskin terdata di BDT,” ujarnya. “Saya berharap pembenahan data harus dilakukan, karena yang layak miskin yang justru harus tercatat di BDT,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu Kepala Bidang Data Perencanaan dan Litbang Bappeda Kabupaten Ciamis Dadan Wiadi ST MT MMG menyampaikan bahwa banyak pertimbangan untuk mengeluarkan peraturan bupati tentang kemiskinan. “Semua juga harus dikaji dulu. Semua mekanismenya,” kata Dadan kepada Radar, Rabu (20/11) siang.

Angka kemiskinan di Ciamis, kata dia, setiap tahun mengalami penurunan. Angka kemiskinan sebelumnya 7,22 persen terus menurun menjadi 7,2 persen. Ditargetkan 2020 menjadi 7,0 persen.

Untuk mencapai target tersebut, kata dia, harus melibatkan semua pihak, termasuk satuan kerja perangkat dinas (SKPD). “Konsepnya sekarang gotong royong. Fokus, terarah dan mudah-mudahan bisa tercapai,” paparnya.

Lalu apa yang menjadi faktor penurun angka kemiskinan di Ciamis? Dadan menjawab bahwa penurunan kemiskinan di Ciamis bukan karena dari faktor ekonomi, tapi kualitas sumber daya manusia (SDM). Makanya semua aspek bisa saja terlibat dalam menunjang penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Ciamis. “Jadi faktor ekonomi, SDM dan sebagainya bisa menurunkan angka kemiskinan,” tuturnya.

Dia mengimbau kepada warga miskin harus giat bekerja dan berusaha. Warga miskin bisa berwiraswasta. Terlebih di Ciamis banyak potensi yang bisa menjadi peluang bisnis. “Intinya jangan malas,” ajaknya.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM, sebelumnya, diharapkan mengeluarkan sembilan peraturan bupati (perbup) untuk menangani kemiskinan. Karena, penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Ciamis dianggap belum optimal. Penurunan angka kemiskinan tiap tahun hanya 0,77 persen. Itu dianggap terlalu kecil.

Akademisi Endin Lidinillah menilai penyebab masih kecilnya penurunan angka kemiskinan tiap tahunnya, karena basis data kemiskinan dan strategi penanggulangannya belum ajeg.

Data kemiskinan pemerintah daerah dan pusat soal kemiskinan, kata Endin, tidak seragam. Maupun data kemiskinan antara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan Pemkab Ciamis.

Menurut Endin, Pemerintah Kabupaten Ciamis sebenarnya sudah melakukan langkah maju mengatasi masalah data miskin dan kelemahan strategi penanggulangannya. Mereka mengeluarkan Perda No 11 tahun 2016 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Sayangnya, kata dia, perda tersebut belum efektif, karena setidaknya ada sembilan peraturan bupati yang harus terlebih dahulu diterbitkan oleh Bupati Ciamis sebagai turunan yang lebih operasional dari perda tersebut.

“Sejak tahun 2017, saya sudah mendorong Bappeda untuk segera merencanakan penyusunan perbub tersebut dengan SKPD terkait. Tapi sampai sekarang, saya belum melihat realisasinya, padahal perbub itu sangat dibutuhkan agar ketentuan-ketentuan dalam perda tersebut bisa teraplikasi,” kata Endin.

Dalam Perda No 11 tahun 2016, kata Endin, disebutkan bahwa pendataan penduduk miskin itu minimal satu tahun satu kali. Ketentuan lebih lanjut mengenai pendataan tersebut akan diatur dalam peraturan bupati. “Mana peraturan bupatinya?” tanyanya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.