Penerima Bansos di Kabupaten Tasik Diklarifikasi Polisi, PCNU: Kawal Kasusnya!

161
0
KH Atam Rustam MPd Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya
KH Atam Rustam MPd Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya
Loading...

SINGAPARNA – Ketujuh perwakilan lembaga pendidikan keagamaan asal Kecamatan Sukarame kembali mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (18/2/2021).

Kedatangan ketujuh perwakilan lembaga tersebut untuk meminta arahan dan pendampingan hukum kaitan rencana pemanggilan sebagai saksi di Mako Polres Tasikmalaya, Jumat (19/2).

Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik SH mengatakan, memang ada beberapa lembaga keagamaan yang Jumat (19/2/2021) dipanggil oleh kepolisian untuk klarifikasi terkait dugaan pemotongan bansos ini.

“Termasuk juga lembaga pendidikan keagamaan lainnya juga sudah mendapatkan jadwal waktu klarifikasi yang sudah ditentukan,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Menurut dia, perwakilan lembaga pendidikan ini meminta arahan dan pendampingan dalam proses pemeriksaan dan klarifikasi oleh pihak Polres Tasikmalaya.

loading...

“Salah satu agenda klarifikasi lembaga pendidikan keagamaan tersebut besok Jumat (hari ini) sekitar pukul 09.00. Bahkan kita sudah menyiapkan kuasa hukum atau pengacara untuk mendampingi proses pemeriksaan nanti di kepolisian,” kata dia.

Pendampingan ini dilakukan, jelas dia, agar apa yang menjadi hak lembaga pendidikan keagamaan yang meminta perlindungan, sebagai kewajiban LBH Ansor bisa dipenuhi dan diimbangi dari sisi pemahaman hukumnya.

Asep menambahkan, curahan kata-kata yang disampaikan oleh perwakilan lembaga pendidikan keagamaan tersebut, ke LBH Ansor, memang seperti sebelumnya pihak penerima bantuan awalnya mendapatkan tawaran untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pihak ketiga.

“Jadi berdasarkan konstruksi hukum dan kronologis atau modus, awalnya mereka lembaga mendapat tawaran. Termasuk tawaran komitmennya pun, penerima tidak sepakat dengan penawaran komitmen yang cukup besar ketika dipotong,” ungkap dia.

“Iya seperti yang disampaikan di awal, pemotongannya seperti satu lembaga mendapatkan pencairan Rp 300-400 juta, itu dipotong setengahnya. Pada intinya, kita sudah mengumpulkan berkas-berkas laporan untuk dikaji lebih dalam dan berkas ini juga diminta oleh kepolisian untuk klarifikasi,” ujarnya.

Kata Asep, berdasarkan pengakuan para peneriema, sisa uang bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan Taman Kanak-Kanak Al-Quran dan TPA.

“Yang jelas mereka psikologisnya sudah kena, bahkan sampai hari ini kedatangan ke Kantor LBH Ansor masih ketakutan, karena banyak oknum yang meminta uang dan lainnya. Sehingga belum bisa memberikan keterangan kepada media secara langsung,” tambah dia.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd mengaku sangat menyayangkan terjadinya kasus pemotongan dana hibah bansos yang menimpa lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya sebagai ketua PCNU prihatin atas dana hibah bansos untuk lembaga keagamaan yang dipotong. Kami sangat menyayangkan. Kami merasa kasihan kepada tujuh lembaga pendidikan keagamaan yang menjadi korban,” kata dia.

Maka dari itu, tambah dia, PCNU Kabupaten Tasikmalaya melalui LBH Ansor sangat mendukung penuh dan sudah menginstruksikan untuk melakukan pendampingan sampai tuntas. Jangan sampai ketidaktahuan hukum para penerima menjadi bomerang.

“Semoga kasus pemotongan bansos ini menjadi contoh, kasihan yang ingin dibantu. Ada oknum yang memanfaatkanm, semoga hal ini menjadi contoh, sehingga tidak terjadi lagi ke depannya,” ujarnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.