Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Penerima Dana Hibah Meninggal, Diduga Tertekan Akibat Diperas Oknum Pegawai Kejari Kota Tasik Rp100 Juta, Kasi Intel Minta Bukti

154
0

DJUANDA – Massa Masyarakat Anti Penindasan (MAP) mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tasikmalaya agar memecat oknum pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) yang diduga memeras penerima dana Hibah Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2017, sebesar Rp 100 juta.

Hal itu terungkap saat massa MAP melakukan audiensi di Kantor Kejari Kota Tasik, Senin (7/10).”Kami sebagai masyarakat Kota Tasikmalaya tak mau ada oknum (yang diduga pegawai Kejaksaan, Red) yang memanfaatkan kewenangannya (untuk kepentingan pribadi),” ujar Ustadz Syamsuri, Juru Bicara MAP kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, yang juga Komandan Propam Laskar Mujahidin Jawa Barat ini, beberapa bulan lalu ada warga Selaawi, Paseh, Cihideung yang menjadi penerima dana Hibah Bansos taun 2017 dipanggil oknum pegawai Kejari.

Lalu, si penerima bantuan ini dipanggil oknum yang mengaku dari Kejari. “Kita pun sering dapat bantuan, ketika LPJ lengkap berarti tak ada persoalan. Tetapi ini (penerima bansos 2017) seolah diperas Rp 100 juta. Dana hibahnya saja Rp 100 juta,” kesalnya.

Melalui audiensi ini, kata dia, pihaknya mengadukan hal tersebut ke Kajari agar jelas dan mendesak oknum itu segera dipecat.Pasalnya, oknum itu diduga memeras si penerima dan menyebabkan si penerima meninggal dunia.

“Si penerima ini dipanggil si oknum melalui SMS. Si penerima kaget. Orang awam dibegitukan kaget setengah mati. Beberapa hari kemudian dia meninggal (si penerima hibah Bansos). Meski tak terbukti (ada penyelewengan) tersebar di masyarakat (meninggal setelah diperiksa Kejari),” jelasnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejari, Hasbi Kurniawan menuturkan, pihaknya akan melakukan pengusutan terkait laporan dan informasi ini.”Di Kejaksaan itu ada mekanismenya. Jika memang ada tindakan oknum seperti itu ya sanksinya diserahkan ke pimpinan kami berdasarkan laporan tersebut,” tuturnya.

Dia berharap, bukti-bukti terkait apa yang diduga dilakukan oknum tersebut segeraa dilaporkan kepada pihaknya.”Jadi bukti-buktinya harus konkrit. Supaya nanti kedepannya tidak menjadi fitnah. Yang pasti Kajari sudah menyampaikan akan mencari tahu jika memang laporannya dari masyarakat sudah disampaikan ke kami,” jelasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.