Penerima PKH di Pangandaran Makin Berkurang

134
0

PANGANDARAN – Jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pangandaran mulai berkurang, pasalnya banyak diantara mereka yang sudah dinyatakan mampu secara mental dan ekonomi.

Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran Ade Ajat Sudrajat mengatakan saat ini jumlah penerima manfaat PKH di Pangandaran mencapai 17.225 keluarga. Sementara yang sudah mengundurkan diri mencapai 109 orang.

”Mereka mengundurkan diri secara mandiri sejak Januari 2019,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di Desa Kalangjaladri Selasa (16/5).

Ajat mengatakan penerima PKH yang mengundurkan diri rata-rata sudah kuat secara mental, artinya tidak lagi mengharapkan bantuan dari pemerintah. ”Mereka sudah memiliki penghasilan tetap, jadi mundur atas kesadarannya,” kata lelaki lulusan UIN Bandung tersebut.

Menurutnya, masih ada beberapa penerima PKH yang sudah mampu, belum bisa mundur secara mandiri. ”Itu tugas pendamping PKH, untuk memperkuat mental penerima manfaat,” jelas penggemar berat Persib Bandung itu.

Kebanyakan penerima PKH ini, menurut dia, bergelut di bidang usaha produktif seperti bertani, menjahit dan berdagang. “Jadi tidak bisa dirata-ratakan, banyak sekali bidang usaha yang digeluti,” katanya.

Kecamatan Langkaplancar, kata Ade, merupakan daerah yang paling banyak penerima manfaat PKH. Totalnya mencapai 3.000 lebih.

Cicipi Beras BPNT

Se­mentara itu, Bu­pati Pa­ngan­daran H Jeje Wi­ra­di­nata menyempatkan diri bertemu dengan warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Dusun Buniayu Desa Kalangjaladri Kecamatan Parigi.

Dalam kesempatan itu. Jeje sempat mencicipi nasi liwet dari beras BPNT. Dia mengatakan setelah dicicipi dengan berbagai lauk pauk, ternyata beras BPNT memiliki kualitas yang sangat baik.

”Warga menerima beras BPNT dengan kualitas premium, dibandingkan dengan beras di pasar, sama bagusnya loh,” ujarnya.

Untuk itu, kata Je­je, pihaknya akan me­la­ku­­kan pengecekan ke be­­­berapa wila­yah di Ka­bu­­­paten Pa­ngandara. Me­­­mastikan kua­litas be­­­ras yang di­­terima ma­­sya­rakat su­dah sesuai dan layak kon­sum­si. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.