Akibat Daerah Belum Ajukan Kebutuhan Pegawai Baru

Penerimaan CPNS Tersendat

67
0
Loading...

JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan berupaya maksimal dalam proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini sesuai arahan Menteri PAN-RB.

“Ya, yang sudah disampaikan pak Menteri (Syafruddin) itu akan dijadikan acuan. Harus Oktober (untuk pendaftaran CPNS 2019, Red), kita akan jadikan itu sebagai acuan,” ungkap Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan kemarin (17/7).

Ridwan menceritakan Kementerian PAN-RB saat ini masih terus menganalisis total kebutuhan pegawai baru di seluruh instansi, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Sementara itu, Kepala BKN disebutnya turut memberikan usulan pertimbangan teknis terkait jumlah formasi.

Seluruh proses tersebut, kata dia, menjadi terganggu akibat sejumlah instansi khususnya pemerintah daerah masih belum mengajukan informasi seputar kebutuhan pegawai.

“Sampai minggu kedua bulan Juni, 30 persen instansi belum menyampaikan usulan formasi karena kekurangan pegawai. Batas akhirnya kemudian dimundurkan jadi 12 Juli, tapi sampai sekarang kami belum tahu detail informasi lebih lanjutnya,” tutur dia.

Ridwan menambahkan BKN dan Kementerian PAN-RB kini tengah mengevaluasi penerapan sistem ranking yang tahun lalu sempat menuai polemik.

Dengan sistem ini, peserta di sebuah formasi yang punya nilai Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) memenuhi syarat ranking dapat ikut bersaing di Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Loading...

“Kita juga mengevaluasi pemberlakuan sistem ranking, yaitu dengan menguji kesiapan soal SKD dan SKB. Sekarang soal SKB akan dibikin sesuai dengan formasi dan kajian lain,” terang Ridwan.

Sebelumnya, menjelang rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengusulkan sebanyak 369 formasi terhadap pemerintah pusat. Sebanyak 270 formasi di antaranya untuk CPNS, 109 untuk formasi pegawai dengan perjanjian kontrak (P3K).

Kepala Bidang Pembinaan Data Informasi dan Formasi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah BKPPD Kota Tasikmalaya Dimas Iskandar mewakili Kepala BKPPD Gungun Pahlagunara menerangkan formasi itu telah dikirim ke pusat di masa penerimaan usulan daerah. “Seperti tahun kemarin itu sesuai dengan jumlah pegawai yang pensiun di tahun ini. Namun, kita juga belum tahu apakah diakomodir sesuai usulan atau tidak,” ucapnya kepada Radar, Selasa (2/7).

Menurutnya, formasi tersebut didominasi tenaga pendidik dan kesehatan. Format dari pemerintah pusat masih mengarah terhadap alokasi tenaga di bidang itu. “Kita harap bisa disetujui usulan kita dan tidak ada perubahan,” tuturnya.

Dia menyebut tahapan rekrutmen diprediksi akan berlangsung mulai Oktober mendatang. Tidak jauh berbeda seperti halnya rekrutmen CPNS di 2018 yang diselenggarakan di Bale Kota bagi wilayah Priangan Timur. “Sepertinya tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. 2018 itu tahapan dimulai kisaran Oktober,” kata dia.

Di sisi lain, kata Dimas, saat ini di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, pegawai yang pensiun rata-rata sebanyak 30 pegawai setiap bulannya. Untuk itu, jumlah alokasi di setiap instansi kerap mengalami kekurangan personel. “Memang jumlah pensiunan terus bertambah. Terkadang di suatu instansi terdapat pegawai yang tugas dan fungsinya rangkap karena kekurangan personel,” ujar dia. (ful/fin/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.