Sasar Sektor UMKM dan E-Commerce

Penerimaan Pajak Capai 34,2%

189
0
PELAYANAN. Suasana pelayanan di KPP Pratama Tasikmalaya Senin (8/7). KPP Pratama Tasikmalaya terus menggenjot penerimaan pajak dan pertumbuhan wajib pajak baru pada semester 2-2019. Lisna Wati / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Tasikmalaya pada semester 1-2019 mencapai 34,2 persen dari target tahunan Rp 908 miliar. Adapun pertumbuhan Wajib Pajak (WP) nya sudah mencapai 8,61 persen.

Hal tersebut menunjukkan kesadaran WP di wilayah kerja KPP Pratama Tasikmalaya semakin membaik dari tahun ke tahun.

Plt Kepala KPP Pratama Tasikmalaya Zulkarnaini M mengatakan penerimaan pajak di Tasikmalaya masih didominasi oleh bendahara unit-unit kerja. Persentase dari sektor bendahara 18,2% lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.

“Kami akan memaksimalkan penerimaan pajak dari sektor lainnya. Salah satunya sektor usaha mikro kecil menengah (UMK) yang saat ini tumbuh subur di Indonesia. Sektor ini memiliki pengaruh besar terhadap penerimaan negara,” katanya.

Begitupun UMKM di wilayah Tasikmalaya yang memiliki banyak potensi, UMKM ini bahkan sudah melakukan ekspor. “Potensi pajak dari sektor industri bordir, kerajinan dan UMKM lainnya memang belum optimal, baik dalam hal melaporkan maupun membayar pajaknya,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan intensifikasi terhadap WP yang belum optimal dalam melaporkan, menghitung dan memperhitungkan pajak yang terhutang, khususnya di sektor perdagangan sentra industri dan jasa profesi seperti dokter dan notaris.

Selain intensifikasi, sambungnya KPP Pratama akan melakukan upaya ekstensifikasi yakni menjaring calon WP yang telah memenuhi ketentuan subjektif dan objektif namun belum memenuhi kewajiban perpajakannya, salah satunya belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Loading...

“Sektor E-Commerce menjadi salah satu sasaran kami, karena tren jual beli online di Tasikmalaya sudah tumbuh pesat, namun tidak seiring dengan pelaporan dan pembayaran pajaknya,” katanya.

Ia berharap, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pajak sebagai instrumen pembangunan negara ini. “Dengan membayar pajak, masyarakat memang tidak akan mendapatkan imbalan secara langsung karena lingkupnya nasional, bisa jadi dampak warga Tasik membayar pajak berpengaruh bagi saudara-saudara kita di Papua sana, untuk pembangunan jalan atau gedung-gedung,” jelasnya.

Namun, sambungnya, ada juga beberapa contoh manfaat dari pajak untuk daerah di antaranya dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU). DAK dan DAU dialokasikan dari pusat ke APBD untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya.

Zul menambahkan, pada 14 Juli 2019 KPP Pratama Tasikmalaya akan memperingati Hari Pajak. Di momentum Hari Pajak ini diharapkan masyarakat WP menjadi lebih taat dan patuh dalam pelaporan dan membayar pajak. “Pajak sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

Lanjutnya, KPP Pratama juga akan menggelar sosialisasi tentang hak dan kewajiban perpajakan serta sosialisasi tentang bea materai. Sehingga masyarakat bisa mengetahui lebih jauh tentang bea materai, kapan terhutangnya dan bagaimana cara melunasinya. “Pada sosialisasi ini KPP Pratama Tasikmalaya akan bekerja sama dengan perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI),” ujarnya. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.