Pengadaan di Setda Kabupaten Tasik Harus Diinvestigasi

136
0

SINGAPARNA – Pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan, pengadaan alat studio dan kendaraan operasional di Setda Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai tidak rasional harus mendapatkan perhatian serius. Jangan sampai anggaran yang cukup besar ini dijadikan main-main.

“Ketika sudah terlanjur muncul ke publik, pihak pengusul eksekutif maupun legislatif sebagai fungsi budgeting harus serius mencoba menelaah kebutuhan anggaran yang sesuai,” ujarnya saat dihubungi Radar, Senin (21/4).

Baca juga : Pasien Positif di Kota Tasik Kebanyakan Warga Pusat Kota

Kata dia, eksekutif dan legislatif harus segera menyelesaikan polemik yang sudah muncul ke permukaan ini. “Kalau sudah mewujud menjadi realisas anggaran, apakah di sana ada kesengajaan atau tidak? Kemudian apakah ada potensi penyalahgunaan atau yang mengarah kepada upaya menguntungkan pihak tertentu tidak,” ujarnya menanyakan.

“Pemerintah daerah dan DPRD jangan coba-coba mempermainkan anggaran seperti ini. Karena jika terkuak ke publik akan terjadi seperti ini akhirnya, banyak masukan dan kritikan dari masyarakat. Jika ada potensi penyelewengan atau kepentingan beberapa pihak perlu diinvestigasi dan dilihat lebih lanjut. Poin terpenting adalah ke depannya jangan ada hal seperti ini lagi,” katanya, menambahkan.

Menurutnya, sejauh ini masih ada kebutuhan anggaran yang sebetulnya harus mendapatkan perhatian serius daripada pos-pos kepentingan eksekutif. Mulai dari kepentingan sosial, ekonomi, infrastruktur jalan dan pembangunan di masyarakat yang berskala prioritas.

“Jangan sampai pemerintah ketika ditanya anggaran (terkait sosial, ekonomi dan infrastruktur jalan, Red) selalu saja jawabannya klasik, karena tidak ada anggaran. Sementara dalam pengadaan barang ini cukup besar nilainya Rp 2,3 miliar dan Rp 7,5 miliar lebih. Tapi wujudnya kurang rasional,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : Awak Angkum di Tasik Mulai Kesulitan

Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya Asep Ahmad tidak banyak berkomentar soal tanggapan dari berbagai pihak terkait adanya indikasi mark up dan tidak rasional antara anggaran yang dikeluarkan dan dibeli. “Kami mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa bertemu dengan dewan, dan menyampaikan laporan tertulis atas pengajuan ini,” singkatnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.