Dana Kelurahan Alangkah Baiknya Dipakai Pemberdayaan Masyarakat

Pengadaan Seragam Kurang Tepat

45
0

INDIHIANG – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menganggap penggunaan dana kelurahan untuk pengadaan seragam linmas, ketua RT dan RW kurang tepat. Seharusnya, bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya itu dipakai peningkatan sarana prasarana atau pemberdayaan masyarakat.

Dewan Nasional Fitra, Nandang Suherman heran dengan penggunaan dana kelurahan untuk seragam itu. “Kok untuk seragam linmas? Mestinya digunakan untuk membangun sarana dan prasarana kelurahan serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Radar, Selasa (18/6).

Menurut dia, peruntukan dana kelurahan harus berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat. Jangan sampai hanya kesepakatan antaran pemkot dan kelurahan. “Harus dimusyawarahkan dengan masyarakat, bukan ditentukan sepihak oleh pemkot atau camat atau lurah,” katanya.

Adapun pengadaan seragam linmas untuk kebutuhan pemilu itu, kata dia, sebenarnya bisa memakai anggaran dari APBN atau hibah APBD yang sangat besar. Tidak perlu mengambil dari dana kelurahan. “Enggak logis dan cenderung mengada-ada,” tuturnya.

Nandang menyebutkan, dana kelurahan yang berasal dari pusat untuk Kota Tasikmalaya memang hanya Rp 370 juta per kelurahan. Namun, dana tersebut harus ditambah oleh pemkot sebagaimana UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Kecamatan. “Minimal 5 persen dari APBD Kota setelah dikurangi DAK (dana alokasi khusus),” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya H Dindin Saefudin Ahmad menuturkan, petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (juklak-juknis) dana kelurahan sudah diterapkan pada 2019. Adapun perbedaan pemahaman beberapa kelurahan dalam penggunaan dana itu dinilai wajar. “Tapi kita sudah sosialisasikan kepada kelurahan,” tutur dia kepada Radar usai rapat di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Adapun mengenai pengadaan seragam linmas, ketua RT dan RW dari dana kelurahan itu tidak ada intervensi dari pemerintah kota. “Itu hasil kesepakatan di kelurahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Suherlan menyebutkan bahwa pengadaan seragam linmas itu berawal dari koordinasi dengan KPU. “Katanya untuk kebutuhan di pemilu,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.