Harus Bijak Gunakan Sosmed

Pengadilan Agama Kota Banjar Tangani 494 Perkara Perceraian

34

BANJAR – Pemerhati politik dan pemerintahan Sidik Firmadi SIP, MIP prihatin dengan tingginya angka perceraian di Provinsi Jawa Barat. Apalagi 65 persennya diakibatkan faktor sosial media (sosmed).

Sidik pun menilai sosial media memiliki pengaruh besar bagi seseorang melakukan perselingkuhan. “Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, namun bagaimana bijak menggunakan medsos di keluarga untuk menghindari terjadinya perceraian,” ujarnya Jumat (9/8).

Menurut dia, ketahanan keluarga sangat penting dalam membentengi rumah tangga dari perselisihan, perselingkuhan dan hingga berujung ke perceraian.

“Untuk menghindari hal tersebut jangan sampai terjadi, batasi penggunaan medsos dan lebih peka dan peduli kepada keluarga. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya.

Terpisah, Humas Pengadilan Agama Kota Banjar Siti Alosh Farchaty SHI mengatakan sudah menangani 494 perkara kasus perceraian dari awal Januari 2019 hingga kemarin.

“Kalau dirata-ratakan ada sekitar 80-an per bulan perkara perceraian yang terjadi,” tuturnya. Penyebabnya karena berbagai macam faktor, seperti ekonomi, menikah lagi dan ada pengaruh sosial media.

Diberitakan sebelumnya, tingkat perceraian di Provinsi Jawa Barat tinggi. Berdasarkan data, sebanyak 65 persen perceraian di Jawa Barat diakibatkan faktor seringnya ibu-ibu atau bapak-bapak mengakses sosial media (sosmed) ketimbang berkomunikasi bersama keluarga di rumah selepas bekerja. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.