Pengamanan Dadaha Belum Ideal

90
0
KOMPLEKS OLAHRAGA. Suasana di Kompleks Olahraga Dadaha, Rabu (10/7). rangga jatnika / radar tasikmalaya

CIHIDEUNG – Berbagai tindakan kenakalan di kawasan Dadaha, perlu pengawasan yang lebih intensif dan menyeluruh. Akan tetapi, sejauh ini UPTD Dadaha belum bisa melaksanakan upaya pengawasan tersebut secara maksimal.

Hal itu diakui Kepala UPTD Dadaha Gumilang Herdis Kiswa. Dia mengatakan, saat ini pihaknya memiliki tujuh tenaga keamanan. Namun. dengan banyaknya gedung dan kawasan yang harus diamankan jumlah tersebut masih belum ideal. “Jumlah itu pun dibagi jadi dua shift, jadi di satu shift hanya sekitar empat orang yang standby,” kata dia kepada Radar, Rabu (17/7).

Idealnya, kata Gumilang, petugas satu gedung diamankan oleh dua petugas yang bekerja secara bergantian. Di Dadaha sendiri terdapat Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Gedung Generasi Muda (GGM), dua Gelanggang Olahraga (Gor), stadion dan kawasan taman. “Dengan personel yang terbatas ya kami juga tidak bisa melakukan pengamanan dan pengawasan secara maksimal,” katanya.

Saat ini, pihaknya memaksakan petugas keamanan untuk membagi waktu pengawasan di gedung dan di lingkungan taman serta lapangan. Meskipun diakui hal itu kurang efektif. “Ya mau tidak mau, karena kami tidak bisa hanya mengawasi gedung-gedung atau kawasan taman saja,” tuturnya.

Pihaknya berencana mengajukan penambahan SDM untuk pengawasan, namun perlu dipikirkan soal banyaknya usulan pemasangan closed circuit television (CCTV). Namun demikian, biaya yang akan diperlukan tidaklah murah. “Perlu pertimbangan dulu, biaya yang dikeluarkan lebih besar mana,” katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Wahid mengatakan, adanya perbuatan asusila sepasang kekasih di musala terbuka kawasan Taman Dadaha beberapa waktu lalu merupakan bentuk lengahnya pengawasan. Maka dari itu, dia sepakat jika Dadaha memiliki pos pengamanan dan pengawasan khusus. “Memang diperlukan supaya lebih terawasi,” ujarnya.

Akan tetapi, dalam pengawasan wilayah Dadaha tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian dan Satpol PP. Perlu ada petugas khusus dari UPTD Dadaha yang bertanggung jawab selama 24 jam. “Bisa tunjuk beberapa petugas, teknisnya bisa ganti shift,” tuturnya.(rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.