Pengambilan Bantuan Modal Rp1Juta di PT Pos Kota Banjar tak Boleh Diwakilkan

253
0

BANJAR – Pendistribusian bantuan modal usaha berupa uang satu juta rupiah sudah mulai disalurkan di kantor Pos Banjar sejak Selasa (6/10). Bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) yang diprogramkan Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Banjar itu pengambilannya tidak boleh diwakilkan.

Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Edi Hardianto mengatakan jika diwakilkan, maka akan ditolak petugas kantor Pos. Bantuan tersebut untuk modal usaha kepada 3.872 pelaku usaha kecil menengah.

“Tidak bisa diwakilkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh pungutan liar atau pemotongan-pemotongan lain yang tidak seharusnya terjadi. Kemudian untuk mencegah juga supaya bantuan tepat sasaran, yakni langsung kepada orang yang diajukan datanya oleh RT saat proses pengusulan,” kata Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Edi Hardianto di Kantor Pos Banjar, Kamis (8/10).

Baca juga : 3.872 Pelaku UMKM Kota Banjar Terima Bantuan Modal, Segini Nominalnya..

Ia mengatakan untuk pendistribusian saat pandemi Covid-19, jumlah penerimanya dibatasi setiap hari. Dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti mencuci tangan sebelum masuk ke area pendistribusian, kemudian menjaga jarak (tidak berkerumun), dan menggunakan masker diharapkan penyaluran distribusi bisa lancar meskipun tidak bisa selesai dalam waktu empat hari.

“Karena kita melaksanakannya dengan protokol Covid-19, maka jumlah penerima bantuannya maksimal 500 orang per hari secara bergantian dan tidak berkerumun. Untuk pendisitribusian di kantor Pos sendiri kita fokuskan untuk tiga kecamatan saja, yakni Pataruman, Banjar, dan Purwaharja. Sementara untuk penerima bantuan JPE yang berada di wilayah Langensari akan dilakukan di sana (Langensari) setelah para penerima bantuan di tiga kecamatan selesai,” katanya.

Hal itu, kata dia, untuk menghindari adanya penumpukan penerima bantuan yang datang ke lokasi pendistribusian. Katanya, meski waktu pendistribusiannya berjalan lama, tidak apa-apa demi mencegah bahaya penyebaran Covid-19.

Baca juga : Pengawasan Anggaran di Desa Perlu Ditingkatkan

“Diprediksi pekan depan selesai pendistribusiannya. Sejak awal kita menargetkan empat hari selesai untuk penerima bantuan sebanyak 3.872 pelaku UKM ini, namun karena ada pembatasan jumlah setiap harinya demi mencegah penyebaran Covid-19 maka untuk penyelesaian pendistribusiannya menambah waktu beberapa hari ke depan lagi,” ungkap Kepala Bisang Koperasi dan UKM Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Tatang Nugraha.

Tatang juga menjelaskan UKM yang tidak mendapat bantuan JPE akan tercover program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Besarannya yakni Rp 2,4 juta per pelaku UKM. Bantuan itu merupakan program dari pemerintah pusat. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.