Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Pengangkutan Sampah di Kota Tasik Belum Optimal, Bagini Kata Sekda..

144
0
radartasikmalaya.com
Armada pengangkut sampah DLH saat melintasi Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasik, Kamis (10/09) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, angkat bicara soal adanya 30 persen sampah di Kota Tasik yang belum terangkut hingga ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Kata dia persoalan sampah tak hanya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah. Namun harus ditangani secara bersama-sama.

“Jadi begini, bahwa itu semua tidak bisa di tangani pemerintah dengan keterbatasan armada, Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (10/09) pagi.

Apalagi ketersediaan armada yang berjumlah 34 unit hingga hari ini belum bisa memenuhi untuk melakukan pelayanan di seluruh wilayah Kota Tasik.

Karena pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat mengakui bahwa idealnya membutuhkan 50 unit armada untuk melayani sampah di wilayah Kota Tasik.

“Kita juga dorong sebenarnya dengan DLH dan dulu sudah ada percontohan bagaimana pengelolaan sampah mandiri oleh masyarakat,” terangnya.

“Jadi tak semua sampah harus diangkut. Karena ada yang masih memiliki nilai ekonomis sehingga bisa diolah warga. Nah ini yang akan kita dorong,” sambungnya.

Kemudian, tambah Ivan, pihaknya juga akan terus mengedukasi masyarakat tentang bagaimana masyarakat memperlakukan sampah.

“Kita kan volume sampahnya tinggi. Maka itu salah satu solusinya. Termasuk wacana mengurangi sampah dari kantong plastik saat belanja,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasik, Bagas Suryono menilai belum terlayaninya pengakutan sampah 30 persen karena berbagai kendala. Salah satunya adalah kekurangan armada pengankut.

“Kekurangan armada memang menjadi kendala juga dalam penerapan pelayanan standar minimal,” tuturnya.

Selain itu, tambah dia, menurut kacamatanya masalah minimnya petugas dalam pengangkutan sampah juga menjadi kendala lainnya.

Maka pihaknya juga akan terus mendorong agar sebelum tahun 2025 pelayanan pengangkutan sampah di Kota Tasik bisa mencapai 100 persen.

“Itu akan terus kami dorong agar menjadi prioritas utama pemerintah kota,” tambahnya.

Meski masalah utamanya adalah keterbatasan, jelas dia, harusnya hal itu tak menjadi alasan utama dalam pengoptimalan pengakutan sampah.

Karena, tukas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pelayanan pengakutan sampah sudah menjadi standar pelayanan minimal.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan pelayanan pengangkutan sampah di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya tuntas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasik mengakui baru 70 persen sampah bisa terangkut. Sekretaris DLH, Mujadi membenarkan hal tersebut.

“hasil survei selama ini bahwa baru 70 persennya sampah di Kota Tasik yang terangkut kami hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisanya memang belum terangkut,” katanya kepada wartawan, Selasa (08/09) siang.

Terang dia, dalam hasil survei tahun 2019 itu sampah di Kota Tasik tiap harinya seberat 0,44 kilogram dari satu keluarga per harinya. Dan saat ini di Kota Tasik terdapat 240 ribu keluarga.

Bila hal itu dikalkulasikan, beber dia, setiap keluarga dengan 0,44 kilogram sampah setiap harinya terkumpul sekitar 315 ton sampah tiap harinya terproduksi di Kota Tasik.

“Selama ini yang bisa kami layani pengakutan ke TPA baru 70 persennya setiap hari. Kami akui sisanya memang masih belum terlayani,” bebernya.

Menurut dia, sesuai target kesejahteraan nasional tahun 2025 itu seluruh sampah di Kota Tasik memang harus sudah terlayani pengangkutan 100 persen.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.