Penganiaya ABK di Garut Ditangkap Polisi, 5 yang Terjun ke Laut Masih Dicari

54
0
Loading...

CIBALONG – Pihak kepolisian menangkap seorang anak buah kapal (ABK) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap lima rekannya yang saat ini hilang di tengah laut. Pelaku ditangkap setelah sebelumnya melarikan diri usai kapal ikan terdampar di Pantai Sancang Kecamatan Cibalong.

“Pelaku berinisial MA (27) sebelumnya kabur ke hutan setelah kapalnya terdampar. Pelaku diamankan oleh warga dan diserahkan kepada Polsek Cibalong,” ujar Kasubag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat kepada wartawan, Rabu (30/12).

Muslih mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi penganiayaan pelaku yang mengakibatkan lima ABK lompat ke laut berawal dari ketersinggungan.

Pelaku tersinggung ketika mendengar pembicaraan rekannya di atas kapal terkait utang dan wanita yang akan dinikahi pelaku. “Jadi motifnya tersinggung dengan obrolan korban, yang membicarakan wanita yang akan dinikahi pelaku,” terangnya.

Baca juga : Belajar Tatap Muka di Garut Setelah Warga Jalani Vaksin

Loading...

Aksi MA, kata Muslih, dilakukan secara tiba-tiba setelah mendengar pembicaraan tersebut. MA langsung menyerang korban dengan menusukan pisau ke badan korban bernama Johan (50) dan mendorongnya ke laut.

“Kemudian empat orang ABK lainnya merasa terancam dan ketakutan sehingga lompat dari kapal,” katanya.

Tidak hanya disitu, pelaku juga menyerang dan menusuk Nelson dengan pisau dan gancu, tetapi korban bisa menyelamatkan diri dan bersembunyi di bawah kapal dengan kondisi terluka.

“Pelaku menemukan Nelson dalam keadaan terluka dan meminta maaf, kemudian berlayar mencari daratan karena takut untuk kembali ke Pelabuhan Pacitan karena lima orang ABK lain tidak ada di perahu,” terangnya.

Saat ini, lanjut dia, pelaku sudah ditahan di Mapolsek Cibalong. Sementara korban Nelson mendapatkan perawatan di RSUD Pameungpeuk.

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan telah mengidentifikasi lima nelayan yang saat ini masih dicari setelah dilaporkan lompat dari kapal setelah dianiaya rekannya. “Jadi sampai sekarang upaya pencarian melalui Satpol Air dibantu nelayan belum ketemu,” katanya.

Ia menuturkan baru mendapatkan keterangan tentang keberadaan nelayan yang hilang dari Nelson (20) ABK KM Makmur 03 yang selamat asal Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan pengakuannya, satu nakhoda menjadi korban penganiyaan oleh pelaku kemudian dilempar ke tengah laut dan empat orang lagi melompatkan diri karena takut dianiaya.

“Kami minta keterangan baru satu orang, keterangan Nelson mereka lompat di laut lepas,” terangnya.

Hasil pemeriksaan sementara, lima nelayan yang hilang di laut lepas itu yakni Johan (50) nakhoda kapal, Ikman (30), Utang (20), dan Heri (30). Mereka semua berprofesi sebagai nelayan asal daerah Sulawesi dan satu orang lagi bernama Blek (30) asal daerah Kalimantan. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.