Penganiaya ABK Diduga Stres, Polres Garut Cari ABK Hilang

38
0
TERANGKAN. Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono saat rilis akhir tahun di Mapolres Garut, Kamis (31/12/2020).

KARANGPAWITAN – Polres Garut terus mendalami motif aksi penganiayaan yang dilakukan salah satu anak buah kapal (ABK) bernama Ardi (27) kepada lima temannya hingga menceburkan diri ke laut lepas.

“Motifnya kita masih dalami, tetapi dugaan awal pelaku bernama Ardi (27) ini stres,” ujar Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono, usai rilis akhir tahun di Mapolres Garut, Kamis (31/12/2020).

Adi menerangkan, saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap motif penganiayaan hingga lima ABK hilang di laut lepas Samudra Hindia.

“Pelaku masih ditahan dan diperiksa di Polsek Cibalong. Kami belum tetapkan tersangka karena TKP-nya (tempat kejadian perkara) di lepas pantai,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian daerah (Polda) Jawa Tengah, karena diduga aksi penganiayaan hingga lima ABK ini hilang berada di wilayah Cilacap.

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan Rapid Test Antigen di 5 Objek Wisata

“Kita koordinasi dengan kepolisian di sana untuk mencari lima korban yang hilang ini,” ujarnya.

Selain koordinasi dengan pihak kepolisian di wilayah Cilacap, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian Jawa Timur. Hal itu karena kapal yang ditumpangi para ABK ini berangkat dari wilayah Pacitan, Jawa Timur.

Kapolres menerangkan, jika hasil pencarian korban berada di perairan daerah lain, seperti dugaan sementara di Cilacap, kata dia, kasusnya akan dilimpahkan ke kepolisian setempat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Pemeriksaan awal kami lengkapi terlebih dahulu, lalu kami limpahkan ke Satreskrim Polres Cilacap,” katanya.

Sebelumnya, kapal nelayan KM Makmur 03 berangkat dari perairan Pacitan, kemudian terdampar di Pantai Karang Gajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Selasa (29/12/2020) sore. Warga sekitar pantai berupaya membantu anak buah kapal dan menarik perahu ke pinggir pantai.

Selanjutnya, membawa dua orang yang berada dalam kapal itu.
Namun, seorang yang diduga pelaku penganiayaan melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan di Kantor Polsek Cibalong untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Keterangan korban selamat bahwa Ardi mengamuk saat di kapal karena merasa tersinggung dengan ucapan rekannya terkait dengan hutang dan rencana pernikahannya.

Ucapan rekannya itu, kata dia, membuat Ardi marah, kemudian melakukan penganiayaan hingga korbannya, termasuk nelayan lainnya, lompat ke tengah lautan.

Korban Nelson sempat bersembunyi di bawah kapal hingga akhirnya ditemukan oleh pelaku dan meminta maaf. Selanjutnya, kapal terdampar di Pantai Sancang Kecamatan Cibalong. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.