Takut Diamuk Massa, Oknum Guru Masih Berstatus Terperiksa

Penganiaya Murid Tak Mau Pulang

84

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KARANGPAWITAN – Oknum guru yang melakukan penganiayaan kepada muridnya, DS (58) masih berstatus terperiksa. Dia tidak ditahan.

”Belum jadi tersangka. Baru terperiksa saja. Sekarang tidak ditahan dan sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK kepada wartawan di Mapolres Garut Selasa (30/10).

Polres belum menetapkan DS sebagai tersangka karena masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap korban yang sampai saat ini belum rampung.

”Kita masih periksa dulu murid yang diduga menjadi korban pelaku ini, ” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Kapolres, sudah ada dua siswa yang menjadi korban penganiayaan oknum guru tersebut.

”Sampai detik ini korbannya ada dua orang,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terang Kapolres, kedua korban mendapatkan perlakuan berbeda dari oknum guru tersebut. Ada yang mengaku terkena sundutan rokok dan terkena kibasan tangan.

Sampai saat ini, lanjut dia, kasus tersebut akan terus dikembangkan, karena kemungkinan ada siswa lain yang menjadi korban kekerasan oleh gurunya saat di sekolah.

”Kita buka tempat pengaduan untuk melaporkan masalah penganiayaan oknum guru ini,” katanya.

Meski pihaknya belum menahan oknum guru ini, tetapi, kata Kapolres, DS malah tidak mau pulang ke rumahnya. Dia lebih memilih tinggal di Markas Polres Garut. Dia takut menjadi sasaran amuk masyarakat.

”Dipaksa pulang gak mau dia, maunya di sini (Markas Polres Garut, Red) saja,” katanya. “Dia mengamankan diri di sini. Takut diamuk massa. Jadi sekarang tinggal di sini, tapi tidak di tahanan,” katanya.

Sampai kemarin, Polres Garut masih terus mendalami kasus penganiayaan siswa tersebut. Termasuk untuk mengetahui ada unsur kesengajaan atau tidak.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Budi, guru tersebut pernyataannya selalu berubah-ubah, sehingga polisi masih terus memeriksanya.

“Hari ini dia bilang mukul. Besok diperiksa lagi tidak. Jadi sekarang statusnya masih terperiksa, belum ditahan,” paparnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut akan mengupayakan kasus penganiayaan murid SD oleh gurunya di Kecamatan Bayongbong tak masuk ranah pidana.

“Kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah saja. Tidak sampai pidana,” ujar Plt Kadisdik Kabupaten Garut Burdan Ali Junjunan kepada wartawan, Senin (29/10).

Disdik tidak menghendaki kasus penganiayaan tersebut dibawa ke ranah pidana, karena DS (58), seorang tenaga pendidik yang sudah puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan di Kabupaten Garut ini.

“Ya kalau hasil visum memang ada luka dan diproses polisi. Tapi saya harap jalan musyawarah bisa digunakan,” terangnya.

Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang dilaksanakan kepolisian. Namun ia berharap kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.