Pengawas Pemilu di Garut 10 Orang Sakit, Satu Meninggal

46

SUCINARAJA – Beberapa Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Pengawas TPS dan desa masuk rumah sakit karena kelelahan. Bahkan ada satu anggota pengawas pemilu di Desa Talagasari Kecamatan Banjarwangi bernama Asep Sumer meninggal dunia.

“Asep ini meninggal pada saat masa tenang atau dua hari sebelum pencoblosan,” ujar Komisioner Bawaslu Garut Ahmad Nurul Syahid kepada wartawan di kantornya, Selasa (23/4).

Menurut dia, anggotanya meninggal setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit akibat kelelahan, setelah sebelumnya terus beraktivitas memantau persiapan pelaksanaan Pemilu.

“Dari informasi keluarganya, korban tak memiliki riwayat penyakit. Hasil pemeriksaan dokter juga tak menunjukkan adanya penyakit. Ini murni akibat kelelahan,” katanya.

Selain ada yang meninggal, pihaknya juga mendapatkan informasi ada 10 pengawas TPS juga menderita sakit karena kelelahan. Paling parah ada yang mengidap typus.

“Kebanyakan yang sakit setelah proses penghitungan selesai di TPS. Apalagi banyak baru selesai dini hari proses penghitungan itu,” katanya.

Terpisah, Wahid Fikri (35), anggota PPS Desa Tegalpanjang Kecamatan Sucinaraja mengaku sempat masuk rumah sakit karena kelelahan. “Saya dirawat dua hari di klinik karena demam dan sesak napas. Kurang istirahat kayaknya mah,” terangnya.

Ketua PPK Tarogong Kidul Adang mengaku di wilayahnya banyak yang kelelahan. Hal itu karena sejak seminggu melakukan pleno.

“Pleno dimulai sejak pagi dan baru berakhir tengah malam. Kayaknya hari ini beres plenonya. Banyak yang sudah lelah,” ucapnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.