Pengawas TPS di Pangandaran Harus Netral & Berintegritas

66
0
BIMTEK. Ratusan perwakilan Panwascam mengikuti bimtek PTPS Sabtu, (14/11).
BIMTEK. Ratusan perwakilan Panwascam mengikuti bimtek PTPS Sabtu, (14/11).

PANGANDARAN – Sebanyak 800 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) mengikuti Training of Trainer (ToT) dalam rangka menghadapi Pilkada yang tinggal 24 hari lagi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan, seorang PTPS harus paham tugas pokok dan fungsinya (tufoksi) yang harus dijalankan saat pelaksanaan pencoblosan nanti. “Mereka diharapkan bisa paham tugas mereka secara komprehensif,” ujarnya kepada Radar, Minggu (15/11).

Para PTPS ini harus memastikan proses pengawasan pungut hitung surat suara, pendistribusian dan kelengkapan logistik, termasuk pra pemungutan suara. “Termasuk soal formulir C-6 (undangan, Red) yang rawan disalahgunakan,” tuturnya.

Baca juga : KPU Jabar Tegur KPU Pangandaran Soal Ini..

Kata dia PTPS harus memastikan bahwa pemegang formulir C-6 sama dengan e-KTP yang dilampirkan. “Bisa saja ada yang sudah nyoblos, lalu dia nyoblos lagi dengan menggunakan formulir C-6 milik seseorang yang sudah meninggal atau berhalangan hadir,” ungkapnya.

Jangan sampai PTPS ini lengah, yang berakibat pada terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU). “Ya jika ada pelanggaran pasti risikonya PSU, kan kita juga yang berabe,” katanya.

Kata dia, PTPS juga jangan sekali-kali menyia-nyiakan amanah dengan berpihak kepada salah satu calon. “Ya kami berikan sanksi kalau ketahuan,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.