Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.8%

8.9%

2.5%

26.4%

2.6%

50.1%

0.1%

8.7%

0%

Pengawasan Penambangan Lemah

250
0
Muslim

INDIHIANG – Masifnya eksploitasi bukit secara ilegal sehingga menobatkan Kota Tasikmalaya sebagai peringkat tiga terparah se-Jawa Barat dalam perkara illegal mining merupakan dampak lemahnya pengawasan dari Pemkot Tasikmalaya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim.
Muslim menyatakan meskipun kewenangan pemanfaatan bukit —menambang pasir dan batu— berada di Provinsi Jawa Barat tidak lantas menjadi alasan pemerintah kota lepas tangan dalam mengawasi praktik penggalian pasir dan batu di lapangan.
“Memang urusan izin penambangan itu di provinsi tetapi dalam mengawasinya pemerintah daerah dan kepolisian juga harus turut serta. Kita nilai pengawasan masih lemah sehingga terjadi kondisi seperti ini,” terang politisi PDI Perjuangan itu kepada Radar, kemarin (30/10).
Dia menyadari saat ini perlu kembali mengkaji kewenangan mengenai pertambangan. “Tidak semuanya harus oleh provinsi. Minimal aktivitas yang skalanya besar (oleh provinsi, Red). Sebab di lapangan jumlah luas penambangan setiap aktivitas itu beragam,” tuturnya.
Dia menyatakan perusahaan pengontrak lahan biasanya tidak bertanggung jawab. Tidak memerhatikan upaya konservasi dan reklamasi.
Kalau pengusaha dari masyarakat kecil atau yang memiliki lahan sendiri biasanya lebih tahu diri.
Karena itu, Muslim meminta pemerintah provinsi tidak memberikan izin penambangan kepada perusaha besar. “Sebab, meski jumlahnya sedikit tapi berpotensi paling merusak lingkungan,” terang dia.
Di sisi lain, kata dia, Kota Tasikmalaya menjadi andalan di Priangan Timur dalam memenuhi kebutuhan batu dan pasir. Sehingga, penutupan aktivistas penambangan batu dan pasir di Kota Santri bisa berdampak terhadap suplai bahan bangunan.
Masyarakat kecil yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambang juga perlu diperhatikan apabila aktivitas penambangan ditutup. “Itu harus dicari solusinya. Sebab, masyarakat yang sudah terbiasa mencari nafkah di sana tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Kalau hanya ditutup, lantas mereka akan makan apa,” ungkap dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.