Pengawasan Pilkada Tak Bisa Berjalan Sendiri

68
0
KUNJUNGAN. Komisioner Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berkunjung dan silaturahmi ke Graha Pena Radar Tasikmalaya Group, Jumat (17/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA 

TASIK – Jelang Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya terus sosialisasi dalam upaya pengawasan partisipatif. Jumat (17/1). Komisioner Bawaslu berkunjung ke Graha Pena Radar Tasikmalaya Group untuk bersilaturahmi dan diskusi soal pilkada serentak.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda mengatakan, tujuan kunjungan ini adalah untuk membangun kebersamaan dalam partisipasi pengawasan di Pilkada 2020 bersama media massa.

“Kami sebagai lembaga pengawasan tidak bisa berjalan sendiri dalam pengawasan, kita mengajak semua elemen masyarakat termasuk media untuk ikut partisipatif dalam pengawasan Pilkada 2020,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Pemilih Pemula Capai 30.000, Pilkada Harus Dijadikan Pembelajaran Politik

Menurut dia, tantangan dalam menghadapi permasalahan di Pilkada 2020 nanti bisa dipetakan dalam tingkat kerawanan pemilu, terutama praktik politik uang dan netralitas ASN yang bisa terjadi.

Kata dia, upaya untuk mencegah hal tersebut perlu ada kebersamaan antara partai politik, media maupun unsur lainnya untuk menciptakan demokrasi yang berjalan baik di Pilkada 2020.

“Minggu depan insyaallah kami akan mendeklarasikan gerakan sadar anti politik uang dan risuah (Sadapur). Hal tersebut untuk menyuarakan pilkada yang bermartabat,” tambah dia.

Kata dia, peran dari gerakan Sadapur ini tak berhenti setelah pelaksanaan pilkada, tetapi berkelanjutan dan kontinuitas tidak terbatas dalam memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.