Pengelola Mal Harus Penuhi Rekomendasi

48
0
Ais Rais

CIHIDEUNG – Komunitas Pemerhati Kebijakan (Kompak) meminta pengelola Transmart segera menyelesaikan beragam saran dan rekomendasi dari tim penilai analisis dampak lalu lintas (Amdal Lalin) Provinsi Jawa Barat.

Perwakilan Kompak Ais Rais menerangkan, meskipun Dinas Perhubungan (Dishub) sudah berupaya mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di perempatan Rancabango Jalan Ir Juanda, kemacetan tetap terjadi pada jam-jam tertentu dan terutama akhir pekan. “Maka, kesanggupan dari pihak mal itu harus jelas, poin-poin rekomendasi kaitan gangguan lalu lintas untuk segera dipenuhi,” ucapnya kepada Radar, Jumat (5/7).

Menurutnya, pihak pengelola mal harus memberikan kejelasan waktu dalam mengimplementasikan rekomendasi berkaitan lalu lintas. Terutama membuka jalur alternatif untuk keluar kendaraan dari mal. “Kita bisa lihat kepadatannya seperti apa. Dalam audiensi Senin (1/7) juga DPRD mengakui bahwa di sana harus ada jalan keluar tersendiri, bukan ke Jalan Ir H Juanda. Harus ada kepastian kapan itu direalisasikan sebab akan seperti ini terus selagi tidak ada akses tersebut,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, jalan penyeberangan orang (JPO) dalam menjaga keselamatan warga yang lalu-lalang di sekitaran Rancabango perlu dibuat. “JPO-pun masuk dalam rekomendasi yang harus dilakukan pihak perusahaan. Pandangan kami memang itu juga penting dalam menjaga keselamatan pedestrian atau masyarakat sekitar,” kata dia.

Perwakilan Kompak lainnya, Andi Abuy menuturkan, pihaknya bakal kembali mendatangi DPRD untuk menagih janji untuk menindaklanjuti paparan yang disampaikan saat audiensi awal pekan lalu. “Kita akan pertanyakan tindak lanjut dari wakil rakyat. Kita dorong dibentuknya panitia khusus dalam membahas perizinan pendirian mal itu,” ujarnya.

Wawancara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan mengakui bahwa ada poin rekomendasi kaitan harus dibangunnya JPO di Jalan Ir H Juanda. “Ya memang dibahas juga dalam rapat tim penilai Amdal Lalin Provinsi Jawa Barat berkaitan JPO. Itu untuk melindungi pejalan kaki dan masyarakat yang hendak menyeberang,” kata Aay.

Sejatinya, kata dia, pihak provinsi bakal kembali mengevaluasi sejauh mana rekomendasi ditempuh pihak pemohon yang dalam hal ini pengelola mal. Namun, beberapa di antaranya saat ini sudah dilaksanakan seperti pemasangan traffic cone maupun barrier di badan jalan. “Termasuk saran kita juga sudah diakomodir yakni pemasangan traffic light dari dalam mal ketika kendaraan hendak keluar dari mal,” ucapnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.