Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.3%

66.9%

Pengemis Tubuh Perak di Kota Tasik Marak, Ini Kata Satpol PP

1931
2
PENERTIBAN PENGEMIS TUBUH DICAT PERAK
Petugas ACTS saat melihat kondisi perempatan jalan melalui monitor di Kantor Dishub Kota Tasik, Sabtu (08/08) siang.

KOTA TASIK – Para pengemis masih saja menjamur di tiap perempatan wilayah Perkotaan Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya marak pengemis memakai pakaian karakter boneka, kini marak pengemis yang tubuhnya dioles cat warna perak.

Satpol PP mengaku telah berusaha menertibkan para pengemis perak tersebut. Bahkan, Satpol PP pun bekerjasama dengan Dishub.

Kerjasama itu berupa memanfaatkan pengeras suara (Speaker) di Area Traffic Control System (ATCS) yang terpasang di tial lampu merah.

Dengan ATCS setiap petugas Dishub memantau perempatan jalan raya, langsung mengingatkan para pengemis perak itu agar tak mengganggu arus lalu lintas dan menghentikan aktivitasnya.

Kepala Bidang Trantibum Dinas Satpol-PP dan Damkar Kota Tasik, Yogi Subarkah membenarkan hal tersebut.

Kata dia pemanfaatan ATCS ini untuk menciptakan Kota Tasik yang aman nyaman dan tertib maka pihaknya berinovasi dalam hal penertiban.

“Kami bekerjasama dengan Dishub melaksanakan penertiban badut, anak jalanan, ronggeng monyet dan lainnya (pengemis perak, Red) lewat ACTS,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Sabtu (08/08) siang.

Terang dia, dalam pelaksanaan penertiban itu, pihaknya telah melalukan imbauan melalui ACTS. Bila tak dihiraukan, maka pihaknya langsung melakukan penertiban.

“Bila mereka tetap membandel dan tak menggubris imbauan kami, maka kami tindak langsung ke lokasi,” terangnya.

Tambah dia, ATCS hanya memberikan imbauan kepada pengendara motor yang tidak menggunakan helm saja.

“Memang cukup efektif penertiban melalui ACTS ini. Dan sudah berjalan sejak Rabu (05/08) lalu,” tambahnya.

Namun, jelas dia, adanya inovasi tersebut belum bisa dioptimalkan dalam penangananya. Pasalnya Kota Tasik belum memiliki tempat pembinaan.

“Kita belum memiliki tempat dan fasilitas yang memadai untuk melakukan pembinaan terhadap para, pengamen jalanan, anak jalanan, badut jalanan dan pengemis perak itu agar tidak kembali ke jalanan,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

2 KOMENTAR

  1. Klo menurut saya blm taraf meresahkan,, yg justru perlu perhatiannya adalah para peminta sumbangan dadakan yg mengatasnamakan partisipadi 17agustusan,, itu ckp membahayakan, mereka berdiri di tengah jalan Besar yg rame,, tolong untuk pembinaannya,, terinakasih

  2. Pengemis 17 Agustusan di jalan raya, emangnya dibolehkan ? Tak terlihat teguran dari Dishub atau Satpol PP. Padahal sangat mengganggu…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.