Pengganti Dewas RSUD Kota Tasik Harus Jelas

57
0

CIHIDEUNG – Pemkot dituntut lebih transparan dan profesional dalam melakukan penggantian Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr Soekardjo.

Sebab, figur yang akan duduk di jabatan tersebut berperan vital dalam menjaga kelangsungan layanan prima rumah sakit pelat merah itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam menjelaskan, berkaca dari kondisi RSUD beberapa tahun terakhir. Sisi keuangan dan manajemen menyisakan pekerjaan rumah cukup banyak.

“Kita ketahui beberapa persoalan mencuat belakangan ini. mulai tunggakan utang, ketersediaan obat menipis, sampai dengan adanya isu gaji telat bayar. Ini harus jadi perhatian serius,” kata Dede kepada Radar, Selasa (22/12).

Baca juga : Dinsos Kabupaten Tasik Serahkan Roda untuk Disabilitas

Menurutnya kondisi layanan rumah sakit akan jauh dari paripurna, ketika manajemen di dalamnya belum profesional.

Maka dari itu, pentingnya peranan dewas dalam menyertai kebijakan anggaran sampai rencana strategis rumah sakit ke depan, sangat berperan kuat dalam memastikan output dari program yang digulirkan berjalan baik.

“Kalau itu gagal, korbannya masyarakat juga. Maka, pemilihan Dewas ke depan kita harap sebijak mungkin dan mengevaluasi kinerja yang ada saat ini,” harapnya.

“Kami pun Kamis (24/12) akan rapat dengar pendapat dengan RSUD dan Dinas Kesehatan. Kita akan pertanyakan sejauh mana progress rencana penggantian Dewas, termasuk rencana menyambut SOTK baru di mana RSUD ke depan ada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan,” sambung Politisi PKS tersebut.

Selain itu, kata Dede, penunjukkan calon-calon Dewas ke depan diharapkan bisa sesuai dengan track record figur-figur yang akan ditunjuk. Kemudian sejalan dengan aturan, minimal linier dari sisi background calon kandidatnya.

“Maka mohon kriterianya seperti apa nanti, diikuti saja sesuai aturan dan tunjuk dari sisi kapabilitas serta kapasitasnya,” tegas Dede.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi Sakan menuturkan, pengisian Dewas harus dilakukan dengan terbuka, meski kebijakan penunjukannya berada di tangan owner RSUD yakni kepala daerah.

“Kondisi dan problematika hari ini di RSUD, kami harap bisa menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan siapa figur pengisi Dewas ke depan,” harap pria yang akrab disapa Jun. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.