Pengguna Angkutan Umum di Ciamis Masih Sepi

95
0
MASIH SEPI. Bisnis angkutan umum di Kabupaten Ciamis sampai saat ini masih belum membaik, karena pandemi Covid-19 belum usai. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Pandemi corona belum usai. Bisnis angkutan umum di Ciamis masih terkena dampaknya. Sampai saat ini masih jauh dari normal.

Begitu yang dirasakan Pimpinan Pengurus Perusahaan Angkutan (PA) Organisasi Laju Perjalanan Anda (Lajuna) Grup Kabupaten Ciamis Omay Komarudin alias Domay.

Baca juga : Belajar Daring Macet, MI Pasawahan Ciamis Pake Sistem Ambil Tugas ke Sekolah

“Saya juga heran sekelas mobil Bus Sugeng Rahayu yang biasa ramai dan diminati Jurusan Bandung-Surabaya kini sepi,” ujar Domay kepada Radar, Jumat (17/7).

Biasanya, kata Domay, Bus Sugeng Rahayu Jurusan Bandung senantiasa penuh. Namun kini, di masa pandemi, dari 40 jok penumpang rata-rata hanya 10 yang terisi. “Maka operasional juga kadang plus-plos,” akunya. “Cukup untuk BBM saja,” paparnya.

Tadinya Domay berharap setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut dan masuk ke fase new normal, bisnis angkutan akan membaik. Namun perhitungannya meleset. Bisnis angkutan umum belum juga membaik dan masih terpuruk.

Loading...

Mengapa? “Karena corona ini belum dinyatakan berakhir,” jawabnya,

Perusahaan-perusahaan angkutan yang dipegang Lajuna, seperti Bus Sugeng Rahayu, Doa Ibu, Sumber Jaya, Sinar Jaya dan lainnya, sampai saat ini masih ketar ketir, karena penumpangnya sepi.

Analisisnya, di masa pandemi, masyarakat sepertinya malas bepergian. Mereka juga kesulitan uang. Pun pekerjaan.

“Bila kondisi seperti ini terus, perusahaan lama-lama takut terancam gulung tikar,” ujarnya menganalisis.

Malah, kata Domay, ada sebagian perusahaan yang menjual angkutannya di online. Itu gara-gara perusahaan angkutan tidak kuat menghadapi kondisi bisnis angkutan yang masih saja sepi.

“Banyak kendaraan bus justru dijual online,” kata dia.

Namun dia bersyukur saat ini perusahaan angkutan yang dipegang Lajuna masih kuat. Mereka belum ada menjual kendaraan.

“Kalau (pandemi) corona lama, khawatir juga terancam gulung tikar. Semoga tidak,” ujarnya.

Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Ciamis Ekky Brata Kusuma mengamini pernyataan Domay. Menurutnya, sama, bisnis angkutan akibat pandemi corona sampai saat ini belum membaik. Bahkan, ada perusahaan yang di ambang gulung tikar. Bangkrut.

Baca juga : Dewan Ciamis Dukung Warga yang tak Pake Masker Didenda

“Tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan, karena kondusi corona yang berkepanjangan,” ujarnya yang tidak menyebutkan perusahaan yang terancam bangkrut itu.

Data di Organda Kabupaten Ciamis, kata dia, untuk angkutan kota (angkot) saja ada 600 unit dengan 300 pemilik.

Mereka kesulitan. Apalagi angkot yang mengandalkan penumpang dari anak-anak sekolah, saat ini sekolah belum buka karena diliburkan. “Pengaruh dari sana (anak-anak masih libur sekolah, Red) juga sangat besar sekali,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.