Penghargaan, Jalan Sehat Sampai Aksi Bebersih Jalan

274
0
BERSINERGI. Peringatan May Day di Kota Tasikmalaya digelar dengan pemberian penghargaan bagi pekerja teladan di Bale Kota Tasikmalaya, Selasa pagi (1/5).

Peringatan May Day di wilayah Priangan Timur dilaksanakan dengan beragam cara. Seperti di Kota Tasikmalaya momentum Hari Buruh Sedunia tersebut dipusatkan di lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (1/5).

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota H Budi Budiman, Wakil Wali Kota H M Yusuf, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf, Kepala Disnaker Hj Nunung Kartini serta perwakilan organisasi buruh  memberikan piagam penghargaan kepada pekerja teladan di wilayah  kota berjuluk Kota Resik ini.

Kadisnaker Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini mengungkapkan May Day merupakan tonggak kemenangan bagi kaum buruh dalam menuntut haknya. Sehingga dalam momen tersebut pihaknya memberikan reward bagi pekerja teladan.  “Peserta apel May Day tahun ini iikuti 400 orang pekerja dari perusahaan di Kota Tasik. Dan perlu diketahui bahwa sebagian serikat pekerja mengikuti kegiatan serupa sekitar 120 orang ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya disela acara May Day.

Selain itu, peringatan May Day kali ini diisi juga dengan  kegiatan senam sehat dan donor darah.

Di Kabupaten Tasikmalaya, peringatan May Day dilaksanakan dengan menggelar jalan sehat bersama para buruh di lapangan Helipad Cipasung Desa Cipakat Kecamatan Singaparna, Selasa (1/5).

Koordinator Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Tasikmalaya Dani Martin mengatakan dalam kesempatan ini pihaknya meminta pemerintah daerah menyampaikan kembali beberapa  aspirasi buruh kepada pemerintah pusat.

Aspirasi tersebut yakni menurunkan harga beras, bahan bakar minyak (bbm) dan listrik agar bisa terjangkau oleh buruh dan masyarakat menengah ke bawah.

Meminta pemerintah pusat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber energi untuk menciptakan kehidupan yang layak bagi kaum buruh.

Menuntut pemerintah pusat menekankan kepada semua perusahaan menekankan peratiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan supaya dilaksanakan dan ditaati.

Serta meminta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Ketenagakerjaan diperketat untuk syarat Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Indonesia. “Khusus syarat bagi TKA harus bisa bahasa Indonesia. Sebab Item penguasaan bahasa nasional di perpres tersebut terkesan diabaikan. Karena banyak TKA yang tidak bisa bahasa Indonesia,” tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Drs Abdul Kodir MPd mendukung aspirasi dari para buruh, salah satunya memperketat TKA di Indonesia.  Meski di Tasikmalaya belum ada tenaga kerja asing.   “Jangan sampai skill atau keahliannya TKA sama dengan tenaga kerja di daerah. Kalau sama, kenapa tidak memperkerjakan tenaga asal Indonesia saja,” paparnya.

Sementara itu, di Kabupaten Ciamis puluhan buruh membersihkan sampah jalan dalam memperingati May Day. Tak hanya para buruh, kegiatan tersebut juga diikuti para anggota polwan dari Polres Ciamis.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menuturkan pada May Day ini tidak ada aksi demo dari para buruh. Melainkan menggelar aksi sosial dengan melaksanakan bebersih di lingkungan sekitar Ciamis.

“Peringatan May Day di Ciamis tidak ada aksi unjuk rasa maupun yang berangkat ke Jakarta. Alhamdulillah berjalan kondusif,” ungkapnya.

Bismo menambahkan di Ciamis terdapat beberapa titik para buruh bekerja terutama di wilayah Cijeungjing terdapat pabrik kayu dan bulu mata. Serta di wilayah Cikoneng yang merupakan industri makanan ringan.

“Dan kami pastikan di Ciamis ini tidak ada aksi turun ke jalan,” ungkapnya.

Belum Merata

Sementara itu, pada siang harinya. Para aktivis dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa ke Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (1/5).

Mereka mendesak upaya pemerintah dalam hal kelayakan upah buruh dan guru honorer. Massa aksi ditahan oleh aparat pengamanan untuk masuk ke area bale kota sehingga mereka melakukan orasi-orasi di jalan depan gerbang. Polisi pun langsung melakukan rekayasa lalu lintas dengan mensterilkan lokasi dari arus lalu lintas.

Koordinator aksi, Rafi Akhsanul Kholikin menuturkan saat ini masih banyak perusahaan yang belum memberikan upah yang layak. Padahal pemkot sudah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Tasikmalaya yakni Rp 1,9 juta. “Untuk apa ditetapkan UMK kalau masih banyak yang gajinya jauh di bawah itu,” ungkapnya kepada Radar.

Menurutnya, pemkot harus mengambil sikap dengan adanya ketimpangan di kalangan pekerja. Lebih bagus lagi jika ada sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan yang ditetapkan. “Harusnya kan upah itu sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, jadi pemerintah harus bertanggung jawab juga,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, pihaknya juga mendesak supaya upah para guru honorer harus diberikan secara layak. Bahkan akan lebih bagus jika diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Karena terlalu timpang jumlahnya,” terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini mengakui kondisi yang disebutkan oleh aktivis. Namun kewenangan untuk menindak perusahaan yang tidak memberikan hak karyawan berada di tingkat provinsi. “Bukan ada pada kami kewenangannya, tapi dari provinsi,” ungkapnya dihadapan para aktivis.

Pihaknya pun menyambut baik apa yang menjadi aspirasi dari para mahasiswa untuk dia sampaikan kepada pimpinannya. Pasalnya dia pun sepakat jika seluruh perusahaan memberikan setiap hak karyawan dari mulai upah sampai fasilitas lainnya. “Dari mulai gaji pokoknya layak, jaminan kesehatan, ketenagakerjaan dan lainnya lagi,” katanya.

Terpisah, Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi Shakan meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya menjamin kepentingan dan hak para buruh. Sebab, tidak menutup kemungkinan saat ini masih banyak perusahaan belum memenuhi hak normatif yang diatur undang-undang terhadap pekerja.

“Ditambah lagi persoalan upah minimum kota (UMK) kita yakin masih jauh dari kelayakan. Pemkot harus peka dan responsif mendorong perusahaan supaya memberikan upah yang layak sesuai ketetapan daerah,” paparnya.

(mg2//dik/obi/rga/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.