Penghentian Sementara Aktivitas di Masjid Agung Kota Tasik Dibahas MUI & Tim Covid-19

139
0
DISKUSI. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Tasikmalaya bersama MUI Kota Tasikmalaya bersilaturahmi dengan perwakilan ormas Islam serta ulama di Gedung MUI Jalan Letjen Mashudi Senin (13/4). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIBEUREUM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Tasikmalaya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersilaturahmi dengan sejumlah perwakilan Ormas Islam dan alim ulama. Mereka berdiskusi di Gedung MUI Kota Tasikmalaya, Senin (13/4).

Salah satu pembahasan dalam silaturahmi tersebut adalah rencana menghentikan sementara aktivitas di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Langkah tersebut bagian dari ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga : Warga Paseh Kota Tasik Tolak Tempat Isolasi Pasien Corona

“Hari ini (kemarin) kita meminta dukungan dan persetujuan alim ulama menyikapi aktivitas beribadah di Masjid Agung. Sebab, dari 11 positif, 5 diantaranya merupakan warga di wilayah Tawang di mana Masjid Agung berada,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya H Budi Budiman saat membuka silaturahmi.

“Ini upaya memutus mata rantai dari kegiatan bersifat besar. Tak cuma Masjid Agung tapi kegiatan keagamaan lainnya. Sudah ada arahan dari pusat, ini semua demi keselamatan umat,” kata Budi melanjutkan.

Baca juga : Positif Covid-19 dan OTG Naik Terus, Warga Kota Tasik Diminta Makin Waspada

Loading...

Budi menceritakan beberapa daerah di Jawa Barat sudah mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pekan ini. Seperti Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, Depok serta Tangerang. Daerah-daerah tersebut berdampingan dengan zona merah, DKI Jakarta.

Kota Tasikmalaya, kata Budi, berdasarkan pemantauan di posko-posko perbatasan dalam 10 hari tercatat 31.000 lebih warga yang masuk.

“Ada langkah kami, dan butuh persetujuan. Empat belas hari (rencana penutupan, Red) memang berat, namun ini butuh pemikiran rasional dan yakin. Ikhtiar wajib dilaksanakan semaksimal mungkin supaya penanganan virus selesai,” kata Wali Kota mengatakan.

“Ini memang terlihat ekstrem, tetapi upaya maksimal harus kita lakukan,” sambungnya.

Rencana Gugus Tugas tersebut dikeluhkan KH Miftah Fauzi, salah seorang perwakilan ulama. Menurut KH Miftah, hasil istikharah para kiai sepuh, aktivitas Masjid Agung jangan sampai dihentikan.

“Tetap berjumatan, menjaga keseimbangan menangani Covid-19, kiai berpesan jangan tinggalkan masjid,” tutur KH Miftah dalam diskusi.

KH Miftah Fauzi mengusulkan daripada menutup aktivitas di Masjid Agung, dia menyarankan lebih baik ada penutupan jalan di sekitar Masjid Agung.

(Firgiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.