Pengikut Aliran Sensen Bertambah

56

TAROGONG KIDUL – Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirodjul Munir mengungkapkan pengikut ajaran sesat Sensen Komara terus bertambah.

Hal itu karena nabi palsu tersebut diduga terus berdakwah mengenalkan kepercayaannya, yakni mengharuskan salat menghadap timur.

“Bulan ini sudah ada satu orang yang masuk ajaran sesat ini di Kecamatan Caringin,” ujar Ceng Munir –Sapaan KH Sirodjul Munir– kepada wartawan Senin (3/12).

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada ratusan orang di Kabupaten Garut menjadi pengikut aliran sesat tersebut.

“Tiga bulan terakhir ada 40 orang yang menjadi pengikutnya. Sekarang ajarannya sudah menyebar di seluruh kecamatan di Garut,” terangnya.

Ceng Munir menyebut pengikut ajaran Sensen bukan hanya di Garut, tetapi tersebar di seluruh Indonesia. “Pengikutnya sampai puluhan ribu se-Indonesia itu,” ujarnya.

Meningkatnya pengikut ajaran Sensen, kata dia, karena sampai saat ini Sensen Komara yang sudah divonis gila oleh Pengadilan Negeri Garut dan perlu direhabilitasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) sampai saat ini belum juga dieksekusi oleh pemerintah.

“Seharusnya pemda maupun pemprov langsung mengeksekusi Sensen ini ke rumah sakit jiwa. Kalau dia benar-benar gila. Jangan dibiarkan seperti ini,” katanya.

Terkait ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan akan memanggil para pengikutnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut Wahyudijaya menyebut pihaknya mempertanyakan kembali hukuman inkrah kepada Sensen yang disebut alami gangguan jiwa.

“Dulu memang ada rekomendasi dari psikiater bahwa dia (Sensen) gila. Tapi kok masih ada aktivitas yang dilakukan oleh Sensen,” ujarnya.

Menurut dia, MUI Garut sudah mewacanakan kembali putusan pengadilan kepada Sensen. Pihaknya meminta Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) menerbitkan rekomendasi terkait aliran sesat Sensen.

“MUI sudah pertanyakan kembali serta akan menggugat keputusan pengadilan yang menyatakan Sensen keluar dari jeratan hukum,” katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua MUI Kecamatan Caringin Ahmad Nurjaman mengaku sudah melaporkan salah satu pengikut baru Sensen berinisial H kepada Polsek Caringin.

“Kami sudah buat laporan resmi ke Polsek. Besok segera ditindaklanjuti dengan melakukan pertemuan di Polres Garut,” katanya saat dihubungi melalui saluran teleponnya.

Pertemuan yang akan digelar di Mapolres Garut itu akan memusyawarahkan perihal surat yang ditulis H. Dalam surat itu, H dan keluarganya meyakini Sensen sebagai rasul.

Ahmad mengatakan di Kecamatan Caringin ini terdapat 40 orang atau sebanyak 20 kepala keluarga yang menjadi pengikut Sensen.

Mereka hanya menyebarkan ajaran ke anggota keluarga. Sejak dulu hingga kini jumlah anggota ajaran tersebut tidak bertambah.

“Memang tak disebarkan ajaran ke yang lain, hanya di keluarga saja,” ucapnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.