Pilkada 2020 Diprediksi Lebih Dinamis

Pengisian Wabup Tentukan Peta Koalisi

28
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi kursi pejabat

SINGAPARNA – Pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam menilai peta koalisi partai politik pada Pilkada 2020 di antaranya ditentukan dengan pengisian wakil bupati (wabup) di sisa periode ini.

Menurutnya, dalam proses pengisian jabatan wabup ini ada tiga partai yang terlibat, PAN, PKS dan PDI Perjuangan. Untuk PAN dan PKS yang paling mengharapkan posisi orang nomor dua di Kabupaten Tasikmalaya ini segera diisi. Sehingga akan menimbulkan rasa kekecewaan dari kedua partai ini apabila tak kunjung diisi.

“Apalagi salah satu kandidat cawabup menyatakan kekhawatirannya apabila PDIP dan bupati belum kunjung menentukan sikap soal wabup. Bisa juga muncul ketidakpercayaan terhadap PDIP hari ini dari para pengusung, sehingga tidak melanjutkan koalisi di Pilkada 2020,” jelasnya.

Kata dia, peta politik Pilkada 2020 Kabupaten Tasikmalaya diprediksi lebih dinamis. Apalagi hadirnya partai pemenang baru yang kemungkinan memunculkan figur calon bupati. “Saya harap setiap partai memunculkan figur yang akan dicalonkan pada pilkada nanti sejak dini, sehingga masyarakat bisa mengetahui calon pemimpinnya,” paparnya.

Dengan demikian masyarakat bisa mulai mengetahui nama-nama yang akan dipilih atau tampil pada pesta demokrasi lima tahunan ini. Sehingga pada pilkada kali ini tidak terjadi lagi calon tunggal dengan banyaknya kandidat yang maju.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, H Aef Syarifudin mengatakan kekhawatiran koalisi PAN dan PKS yang akan meninggalkan PDIP pada Pilkada 2020 menjadi pertimbangan serius. Maka dari itu, pihaknya terus memproses jabatan wakil bupati untuk bisa segera diisi.

“Persoalan koalisi yang dikhawatirkan akan meninggalkan PDI Perjuangan jika wakil tidak diisi memang menjadi pertimbangan serius bagi PDIP, itu dilakukan untuk memuluskan langkah di Pilkada 2020,” ujarnya kepada Radar, Jumat (14/6).

Lanjut dia, kekhawatiran ini memang muncul dari cawabup yang diusulkan PKS. Namun, secara kelembagaan PAN dan PKS belum menyatakan sikap akan meninggalkan PDIP di Pilkada 2020 apabila jabatan wabup tidak diisi.

“Kita komunikasi dengan PAN dan PKS, termasuk soal pengisian wabup, kita sudah sampaikan PDI Perjuangan masih menunggu hasil konsultasi dengan DPP. Termasuk nama dari PAN dan PKS sudah disampaikan ke pusat untuk dipertimbangkan,” katanya.

Terang Aef, kekhawatiran soal koalisi jelang Pilkada 2020 memang wajar. Namun, melihat peta politik saat ini kemungkinan koalisi partai pun mengalami perubahan. Karena petanya jelas berbeda dengan 2015 dan PDI Perjuangan pun belum menentukan koalisi tahun depan. “Saat ini kami sedang fokus kepada pembahasan pengisian wakil bupati,” terang dia.(ujg/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.