Pengojek Tewas di Citanduy

170
0

CIJEUNGJING – Seorang pengojek, Abdul Rahman (26) ditemukan tewas di pinggir Sungai Citanduy tepatnya di belakang objek wisata Ciung Wanara Desa Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing, Minggu (31/3) sekitar pukul 07.30. Motor milik warga Dusun Beuti RT 13 RW 15 Desa Ciparay Kecamatan Cidolog itu pun hilang.

Kepala Desa Karangkamulyan Mohamad Abdul Haris menerangkan, mayat Rahman pertama kali ditemukan oleh pengunjung objek wisata Ciung Wanara. Saat jalan-jalan ke pinggir Sungai Citanduy, pengunjung itu mencium bau busuk. Setelah dicek ternyata ada jasad manusia. “Saya setelah ada laporan itu, menghubungi pihak kepolisian guna melakukan pengecekan ke lokasi,” kata dia.

Menurut dia, ketika aparat kepolisian mengecek lokasi, tidak ada identitas korban. Warga sekitar dan pengunjung pun tidak ada yang mengenali wajah korban. Korban saat itu menggunakan baju warna ungu bertuliskan Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis (PSGC) dan tidak mengenakan celana. “Jasad tersebut langsung dibawa oleh pihak kepolisian ke kamar mayat RSUD Ciamis,” tutur Aris.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SH SIK mengungkapkan, identitas korban diketahui setelah tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) menggunakan alat pendeteksi sidik jari. Dari deteksi sidik jari itu muncul nama Abdul Rahman (26) dan alamatnya. Setelah identitas diketahui, kondisi korban pun diperiksa. Hasil visum tidak ditemukan luka akibat kekerasan di tubuh korban. “Dugaan sementara korban itu meninggal saat buang air di tepi sungai dan terbawa arus sungai,” ujar Hendra.

Dari keterangan keluarga, kata Hendra, korban meninggalkan rumah pada Kamis (28/3) sekitar pukul 20.00. Malam Jumat itu, dia pergi memakai motor Honda Revo untuk mengojek. Setelahnya, pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan meninggal di Sungai Citanduy. Diduga korban sudah membengkak di sungai sekitar dua hari. “Pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif, karena bisa saja ada dugaan-dugaan lain, karena motornya itu hilang dan tengah kita telusuri mengenai motor yang hilang itu,” ujar dia.

Menurut dia, kalau motornya tidak ditemukan di sekitar sungai, masih ada kemungkinan lain atas meninggalnya korban. Namun demikian, pihak keluarga tidak mengizinkan autopsi tubuh korban. “Secara visum luar oleh tim medis dan kepolisian, tidak ada tanda kekerasan. Namun upaya kita tetap melakukan lidik dulu,” katanya.

Jaka Permana (30), teman dekat korban menyebutkan terakhir kali bertemu dengan Rahman pada malam Jumat. Malam itu, korban mengaku akan pergi mengojek. Tahu-tahu kemarin diinformasikan meninggal di sungai. Namun, hal yang membuat dia heran adalah motor korban tidak ada. Kalaupun motornya terbawa arus seharusnya bisa ditemukan. “Bila ada sampai yang jahat pada dia, tidak mungkin, karena orangnya baik, tidak pernah punya musuh. Bahkan, orangnya humoris dan selaku anak muda yang masih bujangan orangnya gaul,” kata dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.