Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Pengrajin Anyaman Pandan Rajapolah Tasik Terima Ribuan Pesanan, Tapi..

100
0
MENGANYAM. Engkar menganyam topi yang merupakan pesanan dari salah satu konsumennya yang mencapai ribuan, Minggu (6/9). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

RAJAPOLAH – Kelompok pengrajin anyaman pandan dan panama di Desa Sukanagalih Kecamatan Rajapolah didominasi kaum hawa ini membutuhkan bantuan modal untuk mengembangkan usaha anyaman yang selama ini menjadi mata pencaharian.

“Kami perlu dukungan modal dan promosi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar lebih berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas. Meskipun saat ini sudah mulai banyak lagi pesanan yang didapatkan dari berbagai daerah,” ujar Ketua Kelompok Pengrajin Anyaman Pandan dan Panama Engkar kepada Radar, Minggu (6/9).

Baca juga : Lumpuh & tak Bisa Bicara, Bocah 9 Tahun Warga Gunung Ceuri Kota Tasik Butuh Kepedulian..

Engkar menyebutkan, saat ini sedang menerima pesanan berupa topi dengan jumlah mencapai ribuan. Anyaman topi pesanan itu pun belum dibayar oleh pemesan, karena pembayaran dilakukan setelah semuanya selesai.

Sehingga, dibutuhkan modal untuk membuat anyaman topi tersebut ketika ada yang melakukan pemesanan lagi.

Dengan kondisi seperti saat ini, Engkar berharap, pemerintah juga bisa memberi kemudahan untuk memasarkan produk buatannya agar usaha berkembang dan bisa menyerap tenaga kerja.

Selain itu yang paling penting dapat memberikan modal cukup untuk usaha yang sedang dijalankannya itu.

“Kerajinan itu merupakan sebuah tantangan tersendiri di benak para pengrajin. Usaha ini murni membutuhkan tenaga ekstra dari mulai pencarian bahan, membuat sampai cara agar produk diminati para konsumen,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan menganyam pandan menjadi berbagai produk kerajinan tangan ini sebagai sebuah tradisi turun temurun dan keahlian tersebut dapat menambah penghasilan keluarga.

Kata dia, kelompoknya sudah terbiasa membuat anyaman pandan dan panama. Disela waktu yang luang sehabis berladang atau saat waktu kosong, anggotanya biasa menganyam pandan dan panama di rumahnya masing-masing.

“Sebenarnya sama seperti kerajinan pada umumnya, tapi yang berbeda adalah bahannya dan metode,” kata dia.

Baca juga : Lahan untuk Makam Covid-19 di Kota Tasik, Begini Kata Tim Gugus Tugas

Ade Abubakar, penggagas Paguyuban Kampung Kreatif Sukaruas (PKKS) mengakui keberadaan sentra kerajinan membantu peningkatan perekonomian. Karena ada yang menjadi pelaku usaha dan pekerja.

“Terutama ibu rumah tangga bisa nyambi menganyam dan dapat penghasilan,” kata dia menambahkan. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.