Pengungkapan Kasus SP Honorer Harus Terbuka

239
0

BANJAR – Aktivis Institute Research and Democracy (inreed) & advokat PBH Peradi Kota Banjar Kukun Abdul Syakur Munawar SH, MH meminta polisi terbuka kepada publik dalam pengusutan dugaan kasus pemalsuan surat perintah (SP) honorer. Menurut dia, itu sebagai bentuk akuntabilitas penyelidikan.

“Terbuka dalam arti mem-published setiap perkembangan dari hasil penyelidikan. Tentunya publikasi yang proporsional karena memang ada hal-hal yang tidak bisa dipublikasikan,” kata Kukun Minggu (7/5).

Sejauh ini, Kukun mengapresiasi langkah polisi yang terus melakukan upaya pengumpulan ba­han data dan keterangan (baket) dari para korban.

Ia juga percaya polisi sudah punya pengalaman mengungkap kasus pemal­suan dokumen seperti yang pernah terjadi sebelumnya saat kasus pemalsuan akta cerai.

“Nah untuk kasus ini saya kira tidak jauh beda. Tinggal sekarang untuk mengungkapnya saja, karena semua sudah jelas. Korban ada, barang bukti berupa surat ada, tinggal keterangan siapa yang membuat SP itu saja,” kata dia.

Ia yakin SP itu pasti ada yang membuat. “Jadi kalau dibilang tidak ada pelakunya, itu mustahil. Menurut saya sebenarnya kasus ini simpel saja, korban dapat SP itu darimana, tinggal menyebutkan siapa oknumnya saja, tidak harus berbelit. Saya yakin polisi mampu untuk mengungkap hal itu,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.