Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Pemprov Jabar Batal Jemput Warganya yang Ngungsi akibat Konflik Papua

16
0

TARKI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat batal menjemput para pengungsi asal Jabar yang terdampak konflik di Papua, kemarin. Hal itu karena para pengungsi belum mendapat tiket pesawat.

“Seharusnya hari ini (kemarin, Red) dijemput, tetapi diundur satu hari. Rekan-rekan belum dapat tiket pesawatnya,” ujar Sarif (30), pengungsi asal Garut saat dihubungi wartawan Selasa (8/10).

Menurut dia, tidak adanya tiket pesawat karena jumlah penumpang pesawat yang akan berangkat ke Jakarta dari Jayapura banyak. “Pesawatnya penuh jadi diundur besok (hari ini),” katanya.

Sarif berharap segera mendapat tiket pesawat agar bisa berkumpul dengan keluarganya. “Saya sudah ingin cepat pulang. Sudah nggak betah di sini. Istri juga terus ngontak nanya kapan pulang,” ujarnya.

Para pengungsi rencananya akan berangkat dari Bandara Sentani menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Sudah dua minggu warga asal Jawa Barat mengungsi di Papua setelah kerusuhan pecah di Wamena.

“Di sini juga diam saja nggak ada kegiatan. Sebenarnya kalau nggak rusuh betah diam di Wamena. Orangnya baik-baik,” katanya.

Plt Kepala Dinas Sosial Garut Nurdin Yana membenarkan jadwal kepulangan warga Garut dari Papua diundur. Para pengungsi tidak kebagian tiket pesawat tujuan Jakarta.

“Memang rencananya hari ini (kemarin, Red) mau berangkat dari Papua. Cuma tiket pesawat penuh jadi diundur ke besok (hari ini),” ujar Nurdin.

Sesuai rencana, para pengungsi asal Jawa Barat akan berangkat dari Bandara Sentani pada pukul 07.00 WIT. Pesawat tersebut akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. “Nanti dijemput sama pemprov dan Baznas Jabar. Perkiraan sampai di Bandung jam 19.00,” ujarnya.

Di Bandung, para pengungsi akan diterima gubernur Jabar dan disiapkan tim medis untuk pemeriksaan kesehatan. Untuk pemberangkatan ke Garut dari Bandung, dijadwalkan pukul 22.00. “Jam 01.00 diperkirakan sampai di Garut. Nanti akan diterima sama pak bupati atau sekda,” ujarnya. (yna)

loading...