Pengunjung Pantai Pangandaran Terus Bertambah, Protokol Kesehatan Ketat

2147
1

PANGANDARAN – Hari kedua pembukaan, pengunjung objek wisata Pantai Pangandaran terus bertambah. Tentunya dengan memperketat protokol kesehatan.

Ketua Tim Khusus Retribusi Wisata Pangandaran Dadan Sugistha mengatakan, akhir pekan di awal Juni, setelah pembukaan pariwisata pengunjung terus bertambah, dari Bandung, Priangan Timur, dan masyarakat Pangandaran.

“Hari ini ada penambahan pengunjung yang masuk ke objek wisata Pangandaran,” katanya kepada Radar, Sabtu (6/6).

Saat pertama dibuka pada hari Jumat (5/6), sambung Dadan, pengunjung masih relatif sedikit sehubungan memenuhi persyaratan yang harus dilengkapi wisatawan yaitu surat keterangan sehat dan hasil rapid test.

“Jumat (5/6), baru pembukaan objek wisata Pangandaran jumlah pengunjung ada 13 motor, sedan ada 8 kendaraan, mini bus ada 17. Data tersebut dari pintu gerbang masuk di Pantai Pangandaran,” ujarnya.

Selanjutnya, Dadan optimis dalam pembukaan pariwisata saat pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) akan menarik pengunjung.

Walau pengunjung dibanding hari biasa sebelum virus Corona datang, sekarang masih relatif sedikit.

“Lima pariwisata yang dikelola oleh Pemda Kabupaten Pangandaran serta yang lainnya sudah siap menerima pengunjung. Semoga setiap harinya ada peningkatan pewisata,” katanya.

Pengunjung asal Bandung
Marzuki (19) menjelaskan, tujuannya berlibur ke pantai Pangandaran dan Cagar alam.

Pihaknya sudah datang sejak awal pembukaan Jumat (5/6) dengan membawa surat keterangan sehat dan melampirkan hasil rapid test. Serta memakai APD.

“Sudah dari hari kemarin (Jumat (5/6), Red) saya bersama enam teman berlibur sebelum bekerja kembali besok,” ujarnya.

Pedagang Asongan, Dadang (36) menyatakan, dampaknya 2 bulan ditutupnya tempat pariwisata susah mendapatkan penghasilan.

Namun sekarang dibukanya objek wisata Pangandaran agak lumayan, ada pemasukan.

Selaku pedagang, pihaknya mengharapkan dengan dibukanya objek wisata Pangandaran akan lebih baik lagi.

(fatkhur rizqi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Sudah kangen mantai..tapi kalau harus mengeluarkan biaya satu org 300 Ɨ 6 anggota keluarga saya rasanya berat..da keberatan yg pasti nya bukan hanya cuma dari saya pribadi(banyak org yg merasa berat)jadi ya pastinya banyak banget orang yg memilih menunda dulušŸ˜begitupun kami..padahal kami setahun ada 4 sampai 5 kali dalam satu tahun walaupun jarak nya lumayan jauh..jelas pasti banyak yg keberatan karna yg datang ke pangandaran gak semua org dari kalangan menengah ke atas..walaupun ada dic tiket masuk dan sebainya tetap gak seberapa(tetap beratšŸ˜)mungkin kalau yg sudah punya hasil cek bisa pergi..tapi yg belum punya akan banyak yg merasa terbebani bangetšŸ˜šŸ˜jd mending menunda dulu mantainya(abot biaya)kalau cuma tes suhu atau pembatasan pengunjung mungkin
    ok..tapi kalau harus mengeluarkan biaya tes sebesar itu bikin puyeng hampir semua orangšŸ¤­šŸ˜‚šŸ˜‚ SEMOGA LEKAS PULIHšŸ¤²Aamiin yrašŸ™šŸ™

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.