Pengunjung Situ Bagendit Garut Sepi

149
1
MENAIKI RAKIT. Para wisatawan yang berkunjung ke Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi menaiki rakit sambil menikmati keindahan alam, Sabtu (28/12). RADIKA ROBI RAMDANI / RAKYAT GARUT
MENAIKI RAKIT. Para wisatawan yang berkunjung ke Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi menaiki rakit sambil menikmati keindahan alam, Sabtu (28/12). RADIKA ROBI RAMDANI / RAKYAT GARUT

BANYURESMI – Objek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi mulai ramai dikunjungi para wisatawan. Namun, kedatangan para wisatawan belum ada lonjakan signifikan.

Kasubag TU UPTD Situ Bagendit Endang Heri mengatakan, seminggu menjelang tahun baru pengunjung Situ Bagendit berada di bawah 500 pengunjung. Rata-rata setiap harinya sejak libur natal pun hanya tercatat sebanyak 400 orang.

“Dari tanggal 25, 26, dan 27 kemarin, jika dirata-ratakan hanya 400 pengunjung. Padahal ini sudah masuk hari libur sekolah terlebih menjelang tahun baru, tapi tidak tahu kenapa yang berkunjung tidak begitu membeludak. Mungkin karena banyak wisata di Garut sehingga banyak pilihan,” ujarnya kepada Rakyat Garut, Sabtu (28/12).

Tahun lalu, kata dia, situ yang berada di Desa Bagendit itu menjadi tujuan favorit wisatawan dari berbagai daerah, baik pada musim libur akhir pekan maupun libur nasional. Jumlah pengunjung bisa lebih dari 500 orang per harinya.

Namun, ia memprediksi puncaknya nanti tahun baru bisa mencapai 800 hingga 1.000 pengunjung yang datang. Selain warga Garut, tidak sedikit para wisatawan yang berasal dari Bandung, Jakarta, Tasik dan lainnya yang datang.

Biasanya selain menaiki rakit bersama keluarganya, para pengunjung juga makan bersama di atas rakit sambil menikmati keindahan alam di sekitar situ. Bahkan ada para pengunjung yang sambil foto-foto atau selfie sambil menaiki permainan air, berkeliling di sekitar situ.

“Dikarenakan belum ada wahana yang baru, sehingga menggunakan fasilitas yang ada sambil bersantai. Ada kereta mini, namun disayangkan tidak berfungsi. Seandainya bisa berfungsi maka tidak menutup kemungkinan pengunjung membeludak, terutama yang memiliki anak,” katanya.

Saat ini, lanjut Endang, target PAD dari objek wisata Situ Bagendit mencapai kurang lebih Rp 195 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp 190 juta. Hingga hari ini, target tersebut baru mencapai 80 persen, 20 persen lagi sisanya menunggu hingga akhir tahun ini.

Seandainya terdapat permainan anak-anak, kata dia, target PAD itu bisa segera tercapai. “Masih ada beberapa hari ke depan, mudah-mudahan besok Minggu bisa lebih dari 500 yang berkunjung,” ucapnya.

Salah satu pengunjung asal Cibatu, Yoga Saputra (38) mengatakan kedatangannya bersama istri dan anak-anaknya ke Situ Bagendit hanya ingin mengisi waktu libur. Ia ingin menikmati keindahan situ dan yang ada di sekelilingnya dengan menaiki rakit. “Mumpung hari libur, sambil nyenengin anak-anak sambil makan-makan,” ujarnya.

Ia menyayangkan fasilitas yang ada di Situ Bagendit, salah satunya kereta mini untuk permainan anak-anak tidak dapat difungsikan. Padahal anak-anaknya ketika masuk ke area situ sangat menginginkan menaiki kereta mini tersebut. “Disayangkan ya ini gak berfungsi. Padahal kalo berfungsi bisa ramai sama anak-anak,” katanya.

Pengunjung lainnya, asal Limbangan, Yeni Sumiati (47) menyebutkan, Situ Bagendit tarifnya murah meriah. Terlebih ditopang dengan akses jalannya yang begitu mudah dan tidak terlalu jauh dari kampung halamannya.

“Jika dibandingkan dengan objek wisata lainnya yang ada di Kota Intan, Situ Bagendit memang paling murah sehingga terjangkau semua kalangan masyarakat,” ujarnya. (obi)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.