Pengunjung Toko di HZ Kota Tasik Berjubel, Pol PP dan Pemilik “Adu Mulut”

4142
4
BERKERUMUN. Salah satu toko di Jalan HZ Mustofa ditegur lantaran konsumen terlihat berkerumun Kamis Siang (11/6). Muhammad Hasbi / Radar TV

CIHIDEUNG – Di tengah tim gabungan melaksanakan pengecekan protokol kesehatan di pertokoan Jalan HZ Mustofa.

Masih ditemukan adanya warga yang berkerumun tanpa melakukan jaga jarak.

Tim Gabungan Satpol PP dan Dinas KUMKMPerindag Kota Tasikmalaya mengawasi aktivitas masyarakat di pusat pertokoan tersebut.

Baca juga : 2 Ibu Hamil & 60 KK Terisolasi, Jembatan Darurat di Bugel Tasik Dibangun

Mereka menemukan salah satu toko di mana konsumennya terlihat berkerumun.

Ketika tim berupaya memberikan peringatan terhadap pemilik, sempat terjadi adu argumen. Sebab, tim melihat ada pengunjung tidak bermasker namun tetap dilayani.

Loading...

Sampai akhirnya petugas melayangkan surat peringatan 1 bagi toko tersebut.

“Kami sisir dan temukan adanya kerumunan. Pelaku usaha sudah merasa laksanakan aturan pemerintah, salah satunya mengadakan peralatan protokol kesehatan.

Namun, konsumennya terlihat tidak diingatkan,” kata Kepala Bidang Penperpu Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Dedi Tarhedi disela pengawasan, Kamis (11/6).

Menurutnya, pelaku usaha ketika menyatakan kesanggupan menjalankan protokol kesehatan, tidak hanya menyediakan alat cuci tangan, hand sanitizer, atau menggunakan masker bagi karyawan saja.

Namun, usahawan harus mengingatkan pengunjung juga untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau ada pembeli tak pakai masker, ingatkan dulu. Di sepanjang HZ Mustofa ini mudah dapatkan masker, toko-toko juga ada yang jual,” tuturnya.

Dia menyayangkan protokol kesehatan yakni physical distancing tidak terlihat diterapkan di toko perkakas tersebut.

Seharusnya pemilik atau petugas toko mengingatkan agar pengunjung tidak berjubel, sebab kerumunan berpotensi menyebarkan Covid-19.

“Kita sisir terus, terutama tempat usaha yang sudah membuat pernyataan kesanggupan protokol kesehatan. Termasuk ruas jalan lain yang berpotensi kerumunan, sekaligus kami sosialisasi dan edukasi masyarakat,” katanya.

Kabid Perdagangan Dinas KUMKM Perindag Rosyid mengatakan sejauh ini terdapat 248 tempat usaha yang sudah menyerahkan surat kesanggupan penerapan protokol kesehatan.

Namun, pihaknya bersama Satpol PP tidak Cuma mengawasi usaha yang sudah sampaikan surat tersebut saja.

“Kami sejak awal sudah undang para pelaku usaha untuk diberi sosialisasi. Termasuk on the spot turun sambil mengedukasi. Apabila ada indikasi pelanggaran, nanti ditegur, diberi peringatan,” ujarnya.

Pemilik toko di Jalan HZ Mustofa, Jeremi mengaku sudah menerapkan aturan dari pemerintah berkenaan protokol kesehatan.

Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, banner imbauan protokol kesehatan dan lain sebagainya.

“Namun, ketika pembeli kita ingatkan karena kesadarannya kurang bukan berarti harus salahkan terus pengusaha,” keluhnya.

Dia menceritakan pernah mengingatkan salah seorang pengunjung, malah dijawab dengan marah.

Baca juga : Azies: Warga Sukaresik Tasik Jangan Dibuat Terbiasa dengan Banjir, Pasti Ada Solusi..!

Harusnya pemerintah lebih gencar mendorong kesadaran masyarakat, tidak cuma menyalahkan pengusaha ketika toko atau tempat usahanya dipenuhi pengunjung.

“Kasusnya gini, kita sudah suruh konsumen pakai masker misalnya, dia gam au terus malah marah karena tidak terima. Apa kita yang salah? Kan kesalahannya di mereka yang kurang sadar, kita sebagai toko bisa apa,” katanya menceritakan. (igi)

Loading...
loading...

4 KOMENTAR

  1. Tindak tegas Pak Satpol PP toko yg seperti ini biar bisa jadikan pelajaran jgn hanya keuntungan yg dipikirkan tapi.juga Keselamatan,nanti klau sdh ada yg terkena covid-19 baru dech salah salahan klau bisa tutup saja toko yg bandel segel sekalian apalagi berjubel gitu pengunjungnya

  2. Toko sudah mengikuti protokol yang ditetapkan oleh pemerintah dengan menyediakan hand sanitizer,banner protokol kesehatan, tempat cuci tangan,rantai penjaga jarak untuk jarak pembeli dengam pembeli,tanda berbentuk kaki untuk memberi jarak pembeli, melengkapi masker untuk para karyawan hal tersebut semua tertulis di aturan edaean yang diberikan pemerintah dengan materai dan sudah di tanda tangani oleh pihak toko dan sudah dilaksanakan juga
    Namun dalam penerapan nya masyarakat yang kurang kesadaran diri tidak mengindahkan banner protokol kesehatan dan tdk mau mengikuti anjuran yang sudah diberikan pihak toko untuk menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak apakah itu salah pihak toko? Mohon anda sebelum berkomentar dipikirkan terlebih dahulu dan ketahui dulu fakta dilapangan nya jadilah pengguna sosmed yang pintar 🙂

  3. Ciri masyarakat peduli adalah ketika datang dia sudah pake masker. Itu saza dulu patokannya, kalo itu blm ditepati, masyarakat nya kurang patuh.
    Patokan kedua, Mun di geunggeureuhkeun ngalawan, memang masyarakatnya msh blm peduli orang lain.
    Patokan ketiga, jangan nyalahkan orang

  4. keberhasilan pelaksanaan protokol kesrhatan pada masa ini ditentukan oleh semua pihak, konsumen juga jangan seenaknya , taati protokolnya…kita semua harus saling menjaga…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.