Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.7%

Pengunjung Wisata Pantai Pangandaran Masih Sepi

1546
3
SEPI. Kawasan Wisata Pangandaran masih terlihat sepi setelah dibuka untuk umum, Selasa (16/6). DENI NURDIANSAH / RADAR TASIKMALAYA
SEPI. Kawasan Wisata Pangandaran masih terlihat sepi setelah dibuka untuk umum, Selasa (16/6). DENI NURDIANSAH / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Sejak dibukanya kembali objek wisata di Kabupaten Pangandaran setelah ditutup sementara akibat pandemi belum terlihat adanya lonjakan pengunjung yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Para wisatawan mengharapkan syarat untuk masuk objek wisata bisa lebih dilenturkan, sehingga lebih banyak yang berkunjung ke destinasi wisata yang dimiliki Pangandaran.

Saat ini, pemerintah memberlakukan persyaratan ketat untuk bisa masuk kawasan wisata. Di mana wisatawan wajib menunjukkan surat keterangan sehat dan hasil rapid test non reaktif.

Natalia (24), wisatawan asal Kota Bandung mengaku sudah tahu aturan untuk masuk ke objek wisata di Pangandaran. Maka dari itu, dirinya bersama teman-temannya melakukan rapid test jauh-jauh hari untuk bisa masuk Pangandaran.

“Kalau dari segi kenyamanan ya kurang sih, harus bawa bukti rapid test segala, ribet. Tapi kan demi keselamatan juga,” katanya kepada Radar, Selasa (16/6).

Baca Juga : Semua Pasien Positif Corona di Pangandaran Sembuh

“Saya sudah beberapa hari di Pangandaran, suasananya masih cukup sepi dan berbeda dengan Pangandaran saat waktu normal yang padat dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah,” ujarnya, menambahkan.

Ramadan Yahsyar (25), pengunjung lainnya juga merasa kurang nyaman ketika masuk objek wisata harus diperiksa dengan begitu ketat. Bahkan tak sedikit yang ingin berwisata harus membatalkannya karena persyaratan yang sangat ketat.

“Tapi untuk kebaikan semua pengunjung juga, siapa yang tahu ada wisatawan bawa virus corona,” ungkapnya.

Nunu, juru parkir di kawasan Pantai Pangandaran mengatakan bahwa kunjungan wisatawan belum sepenuhnya pulih, terbukti sejak dibuka belum begitu ada lonjakan pengunjung.

“Saya biasanya dapat Rp 100 ribu kalau akhir pekan, sekarang cuman Rp 30 ribu, saking sepinya,” ujarnya.

Baca Juga : Pangandaran Ekspor Ikan King Kobia ke 2 Negara

Menurutnya, banyak wisatawan yang masuk dan mengeluhkan soal persyaratan masuk ke kawasan wisata. Di mana harus melampirkan hasil rapid test non reaktif.

Syarat tersebut bagi sebagian calon wisatawan cukup berat sehingga membatalkan niatnya berkunjung. “Informasinya bulan depan mulai dibebaskan lagi atau tidak seketat ini,” ujarnya.

Wawa (33), pedagang asongan mengaku belum mengatrol pendapatan sejak dibukanya objek wisata. Karena belum banyak wisatawan yang berkunjung, mengingat persyaratan masuk ke kawasan wisata cukup ketat.

“Parah, walau sudah dibuka tapi sepi banget dan tidak berpengaruh kepada jualan. Akibatnya saya sela. (den)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Harusnya dicek poin cek suhu aja cukup kalaw dari jabar asal ada keterangan bebas Influenza juga cukup klw harus rafid test mmberatkan banget apalagi sayah yg ingin nengok ortu saya dicijulang g bisa karna harus ada rafid test Mudah2 pak bupati beri kebijakn kelongaran makasih

  2. Kebanyakan aturan yg ketat jadi bnyk yg males datang ke pantai pangandaran ,..lebih baik cari tempat wisata lain yg Lebih tenang tanpa bnyk persaratan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.