Pengurus DKKT Dilantik dan Dikukuhkan, Ini Tugas dari Yusuf

43
0
Loading...

KOTA TASIK – Bode Riswandi, Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) Masa Bakti 2020-2025 mengatakan, jejak 5 tahun kebelakang perlu dijadikan langkah ke depan agar menggulirkan program yang lebih baik lagi.

“Mari kita bersama-sama kita bekerja sama menyongsong program kedepan yang belum kita laksanakan. Dan yang sudah dilaksanakan harus lebih baik lagi,” ujar Bode kepada radartasikmalaya.com, Rabu (16/12) siang.

Terang Bode, usai melantik dan mengukuhkan pengurus DKKT masa bakti 2020-2025 di Aula Bale Kota, pihaknya ingin mengantarkan serta mewujudkan Kota Tasikmalaya yang hidup keseniannya dan hidup kebudayaannya.

“Kita pun berharap kedepan usulan untuk segera didirikannya panggung arena di belakang Gedung Kesenian dapat terealisasi,” terangnya.

Selain itu, tambah Bode, kedepan Kota Tasik memiliki tim estetika yang bertugas men-design pembangunan estetika dengan kolaborasi seni yang menjadi khas Kota Tasik.

Loading...

“Dan mudah-mudahan di 2021 ketika Covid usai, kita bisa menghelat Festival Internasional Payung,” tambahnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, HM Yusuf berharap kepada para pengurus DKKT ini dapat membantu pihaknya melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19.

“Karena kami mengkhawatirkan kluster perjalanan yang menjadi penyebab utama penyebaran Covid. Jadi segera informasikan kepada para aparat setempat jika ada yang baru pulang dari zona merah,” harapnya.

Selian itu, jelas Yusuf, DKKT lebih maju lagi dan Undang-Undang kemajuan kebudayaan bisa terus diaplikasikan karena secara umum masih rendah. Agar indeks kebudayaan bisa meningkat nilainya.

“Saya dapat informasi bahwa event kancah internasional seperti festival kebudayaan bisa dihelat di Tasik. Minimal ada kolaborasi dan pendekatan dengan Pemprov Jabar biar dari Tasik bisa tampil juga dikancah internasional,” jelasnya.

Termasuk, tukas Yusuf, seniman bisa terlibat dalam tim estetika pembangunan di Kota Tasik.

Agar berbagai pembangunan di Kota Tasik tetap menjaga nilai-nilai seni dan budaya khas Tasikmalaya.

“Jangan sampai melupakan estetika. Yang ada saat ini kan tugu ini dinilai seperti bangau atau burung apalah. Nah ini perlu ada pengawasan estetika pembangunan, maka seniman dan budayawan terlibat mengawasi,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.