Pengurus Persikotas Harus Dirombak Dulu, Baru Budi Mundur

267
dokumen radar tasikmalaya KRITIKAN TEMPO DULU. Para supporter membentangkan spanduk dukungan kepada Persikotas untuk bangkit di Stadion Wiradadaha pada 2016.

INDIHIANG – Pemerhati sepak bola Kota Tasikmalaya H Jaka meminta Drs H Budi Budiman mempertanggungjawabkan program kerja Persikotas dan mengevaluasi para pengurus sebelum menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Laskar Wiradadaha.

Jaka menyarankan Budi merombak seluruh pengurus Persikotas. Pengurus yang niatnya hanya untuk cari makan di klub kebanggaan Kota Resik itu harus dibersihkan.

Isilah kepengurusan Laskar Wiradadaha dengan orang-orang yang paham bola dan mau berkorban. Jangan hanya menempatkan orang-orang yang itu-itu saja.

“Jangan asal mundur,” ujar Jaka saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon, Senin (12/3).

Menurut dia, bila Budi mundur begitu saja tanpa mengevaluasi kinerja seolah-olah mau melepas tanggung jawab. Selain mengevaluasi kepengurusan, Budi juga punya tanggung jawab dalam mengaudit keuangan Persikotas.

“Keuangan Persikotas itu kan dari corporate social responsibility (CSR). Itu harus jelas penggunaan dan pertanggungjawabannya seperti apa. Karena Persikotas milik publik,” tuturnya.

Pemilihan pengurus yang tepat sangat penting agar Persikotas bisa berkembang. Minat bakat anak-anak Kota Tasik dalam bermain bola bisa tersalurkan di Laskar Wiradadaha.

“Kemudian, di sini itu banyak pengusaha yang maju. Coba diajak berkomunikasi untuk menjadi bapak angkat. Kalau pengurusnya kredibel, masa tidak ada yang mau membantu,” tutur pengusaha di bidang perikanan itu.

Jaka mengungkapkan kepengurusan saat ini harus introspeksi diri. Apakah laju Persikotas itu semakin baik atau tidak signifikan.

Seharusnya, Laskar Wiradadaha bisa konsisten dan meraih prestasi di kancah Liga 3. Para pengurus ke depan juga jangan malu untuk studi banding ke klub lain yang lebih maju.

“Coba tanya atau mencontoh ke PSGC Ciamis. Koordinasi, diskusi, bagaimana mereka bisa memajukan sepak bola daerah. Kasihan generasi dan penggemar sepak bola kita seolah tidak tersalurkan atau terakomodir ketertarikannya pada olahraga itu,” ucapnya memaparkan.

Pengurus Persikotas Bidang Hukum Ichwan Shafa menyebutkan belum pernah ada komunikasi antarpengurus Persikotas terkait persoalan manajemen.

Selama ini, dia hanya mengetahui informasi dari media massa. Misalnya, tentang kesiapan Budi Budiman mundur dari jabatan Ketum Persikotas.

“Sangat menunggu sekali untuk segera rapat evaluasi, menyikapi kondisi saat ini. Saya belum dapat informasi apa pun dari pengurus inti,” tutur dia.

Politisi PBB itu berharap dalam rapat tersebut, nantinya membahas dua pilihan. Apakah Persikotas perlu merevitalisasi kepengurusan, atau hanya perlu mengevaluasi kinerja dan program organisasi.

“Di samping itu, kami berharap ada sosok baru yang sangat peduli terhadap sepak bola Kota Tasik. Siap berkorban tenaga, pikiran dan materi,” harap dia.

Pengurus Persikotas Bidang Perlengkapan Wawa Trisna Permana menegaskan pengunduran diri salah seorang pengurus di organisasi harus menempuh tahapan dan mekanisme sesuai aturan yang tertuang dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Sampai saat ini kita selaku pengurus belum diundang untuk rapat evaluasi. Sebaliknya, kami dan rengrengan pengurus lain juga belum merapat kepada ketua umum untuk mengadakan evaluasi,” ucapnya.

Mantan ASN Pemerintah Kota Tasikmalaya itu menjelaskan masa bakti kepengurusan Persikotas di bawah komando Budi Budiman belum habis dana akan berakhir pada 2021.

Dia menginginkan menjelang event terdekat Liga 3 pada 2019, ketua baru bisa mengerahkan seluruh pengurus untuk bersiap diri. “Siapa pun nanti ketuanya, yang penting mau memajukan persepakbolaan daerah,” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.