Peningkatan TKA di Indonesia dan Teknologi Picu Naiknya Pengangguran

183
Wali Kota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KOTA TASIK – Tingginya angka pengangguran di Kota Tasikmalaya meninggalkan tugas besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, untuk bisa menekannya.

Jika di tahun sebelumnya angka pengangguran di Kota Tasikmalaya berada pada persentasi 4%, saat ini persentasinya meningkat menjadi 6,8%.

Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, beberapa faktor yang menyebabkan tingginya pengangguran adalah karena peningkatan jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia dan faktor kemajuan teknologi yang membuat peran manusia tergantikan oleh mesin.

“Misalnya sekarang jalan Tol kan sudah ada E-tol, jadi sudah pakai mesin. Untuk itu penting bagi kita sekarang bagaimana caranya meningkatkan skill dan pengetahuan agar dapat bersaing di tengah ketatnya persaingan kerja,” ujar Budi saat memberikan sambutan pada kegiatan Informasi Pasar Kerja di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (16/4/2018).

Lanjut Budi, pihaknya akan berupaya menekan angka pengangguran melalui beberapa program seperti mencetak 5.000 Wirausaha Baru (WUB) dan membuka informasi pasar kerja.

Ditemui di tempat yang sama, Kepada Disnaker Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini mengatakan, alasan lainnya yang menyebabkan tingginya angka pengangguran adalah terbatasnya akses  informasi peluang kerja.

“Pertama banyak lulusan yang belum terserap, jumlah usia kerja bertambah, dan belum adanya kesempatan untuk mengikuti kegiatan job fair,” ujarnya kepada awak media.

Nunung mengaku, pihaknya tengah mengupayakan untuk membuka Balai Latihan Kerja (BLK) guna memberikan pelatihan dan bimbingan usaha bagi para pencaker ataupun calon wirausaha.

“Saya bercita-cita memiliki balai latihan kerja, dan ini sudah kami usulkan kepada dewan dan kementerian. Ya mudah-mudahan semua yang berkepentingan bisa membantu mewujudkan BLK yang saat ini sangat dibutuhkan para pencaker,” harapnya. (sal)

loading...