Penjahat Jalanan Beraksi Lewat Tengah Malam

59
Enan Suherlan Ketua Perkumpulan Otomotif Tasikmalaya (POT)

Ketua Perkumpulan Otomotif Tasikmalaya (POT) Enan Suherlan mengaku gerah dengan terus terulangnya aksi kejahatan jalanan. Terlebih, menurutnya, pola pergerakan penjahat jalanan itu tidak banyak berubah: menyerang warga yang berpapasan atau dilintasi di malam hari.

“Waktu kejadiannya pun kebanyakan lewat pukul 00.00, meskipun ada juga di bawah jam itu,” ujar tokoh pemuda Tasikmalaya ini.

Enan yakin polisi mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kini yang harus dilakukan polisi yaitu bekerja ekstra, masif dan terorganisir untuk mengamankan wilayah dan menangani kasus pembacokan tersebut.

“Polisi juga pasti lebih paham dengan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya H Ricky Assegaf pun meyakini polisi bisa menangani kasus pembacokan terhadap anggota GM FKPPI dan menangkap para pelakunya. Termasuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Namun demikian, yang tak kalah penting, kata Ricky, agar kasus serupa tidak terulang, diperlukan ada revolusi mental kepada para remaja. Itu agar remaja mempunyai rasa takut dan malu untuk melakukan perbuatan melawan hukum. “Karena tidak ada orang normal yang membenarkan sebuah tindakan kejahatan, tapi karena mental mereka bermasalah jadinya malah bangga,” ujar tokoh muda NU ini.

Dalam revolusi mental, tentunya, kata Ricky, orang tua memiliki peran penting. Itu agar menanamkan pribadi yang baik kepada anak. Begitu juga dalam mengawasi pergaulan anak di luar rumah. “Karena bisa jadi di rumah perilakunya baik, tapi di luar berbeda jauh karena pergaulannya,” katanya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.