Penjaja Live Sex Ditangkap

473
AKP Dadang Sudiantoro Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota

TASIK – Pa­sangan suami Istri asal Kecamatan Ka­dipaten Ka­bupaten Tasik­malaya E (25) dan L (24) harus mendekam di balik jeruji besi. Akibat telah memper­ton­tonkan hubungan ba­dan terhadap anak-anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro menegaskan bahwa pasutri tersebut sudah ditahan. Hal itu setelah pihaknya mendapat informasi terkait perbuatan mereka yang merusak psikologi anak-anak. “Sudah kami tetapkan sebagai tersangka (pasutri, Red),” ungkapnya saat dihubungi Radar, Selasa (18/6).

Berdasarkan hasil penyelidikan, E dan L mengajak sejumlah anak untuk menonton keduanya melakukan hubungan intim. Anak-anak yang menyaksikan aksi mereka harus membelikan kopi dan rokok. “Ditonton para korban di jendela kamar pelaku,” ujarnya.

Kepada aparat, kedua pelaku baru sekali melakukan perbuatan melanggar hukum, norma sosial dan agama itu. Namun demikian, kepolisian akan terus mendalami terkait kasus tersebut. “Dari korban (anak-anak, Red) juga mengaku baru pertama kali, tapi masih kami dalami,” terangnya.

E dan L sempat meninggalkan rumahnya selama kurang lebih seminggu. Hal itu karena informasi perbuatan mereka menyebar di masyarakat lingkungannya. “Kami amankan di rumahnya, pengakuan mereka memang sempat meninggalkan lokasi,” ujarnya.

Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 36 UU Nomor 4 2008 tentang Pornografi dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun.

Kasus ini bermula ketika informasi tentang perbuatan dibicarakan warga. E dan L diduga mempertontonkan hubungan intim mereka kepada anak-anak dengan tarif Rp 5.000.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto bereaksi dengan fenomena tersebut. Pihaknya langsung mengecek ke lokasi dan dibenarkan warga. “Dari satu anak, dia memanggil teman-temannya yang lain sekitar lima orang,” ungkapnya.

Menurutnya, perbuatan E dan L berdampak buruk kepada psikologi anak-anak yang menjadi korbannya. Pasalnya, diduga para korban nyaris mempraktekkan apa yang ditonton kepada seorang balita. “Nyaris mencabuli tetangga mereka,” ujarnya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.