Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Jualan Minyak Curah Dilarang, Pedagang di Pangandaran Mulai Resah

43
0
KHAWATIR. Salah satu penjual minyak goreng curah di Pasar Parigi Kecamtan Parigi Senin (7/10). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
KHAWATIR. Salah satu penjual minyak goreng curah di Pasar Parigi Kecamtan Parigi Senin (7/10). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Adanya wacana pelarangan menjual minyak goreng curah oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan RI, membuat sejumlah pedagang minyak curah di Pangandaran waswas.

Pedagang minyak goreng curah di Pasar Parigi Yudi Hermawan (31) mengaku khawatir dengan adanya wacana pelarangan tersebut.

”Kami khawatir usaha jual minyak sawit curah ini terpaksa harus ditutup,” ujarnya kepada Radar, Senin (7/10).

Menurutnya, banyak masyarakat di Kecamatan Parigi yang lebih memilih untuk membeli minyak goreng curah, ketimbang harus membeli minyak goreng kemasan.

”Kalau kemasan biasanya 1 kilogram sampai 2 kilogram, kalau curah masyarakat bisa membeli hanya 1/4 kilogram saja,” tuturnya.

Lanjut dia, harga untuk 1/4 kilogram minyak goreng curah adalah Rp 3.000, ½ kilogram Rp 5.500 dan 1 kilogram dihargai Rp 10.500.

”Saya bisa menghidupi keluarga dan memperkerjakan orang-orang dengan berjualan minyak goreng curah,” terangnya.

Yudi mengaku mendapatkan pasokan minyak goreng curah dari pabrik yanga ada di Kecamatan Pangandaran. ”Saya biasanya dikirimi 5 drum minyak setiap minggu,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan bahwa para pedagang minyak goreng curah diharapkan bisa tetap tenang, karena hal itu baru sebatas wacana. ”Sebenarnya wacana tersebut sudah lama dihembuskan dan kini mencuat lagi,” terangnya.

Ia mengatakan tujuan pelarangan minyak goreng curah tersbut, agar masyarkat mengonsumsi minyak kemasan yang lebih higienis. ”Agar masakan yang dikonsumsi juga lebih higienis,” tuturnya. (den)

loading...