Pensiunan Kepsek Dibunuh

294
0
foto-foto: ISTIMEWA PENASARAN. Warga berkerumun di sekitar rumah korban pembunuhan, Siti Khotimah (65) di Kampung Babakan Girang Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya kemarin (11/10). Foto bawah, polisi menemukan sandal gunung di sekitar rumah korban kemarin (11/10). Kuat dugaan sandal tersebut milik pelaku pembunuhan.

Mulut Disumpal Pakaian, Hari Ini Jasadnya Diotopsi
TASIK – Kasus pembunuhan lansia di Tasik dan Ciamis sejak Agustus tahun ini terus terjadi. Sampai kemarin (11/10), sudah tiga nyawa melayang akibat kekejaman para penjahat.
Terbaru, Rabu (11/10), Siti Khotimah (65) ditemukan bersimbah darah di rumahnya, Kampung Babakan Girang RT/W 01/01 Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Dugaan sementara pensiunan kepala sekolah (kepsek) SD itu merupakan korban pembunuhan. Sebelumnya, Jumat pagi (4/8) Hj Iis Gantinah (67) ditemukan meninggal di Kawali, Desa Kawali Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Berikutnya, Uun Ruhimat (60) ditemukan tewas di rumahnya di Pamarican, Ciamis 22 Agustus lalu. Dia guru SMPN 1 Pamarican yang delapan hari lagi akan pensiun. Pembunuh Iis Gantinah dan Uun sudah ditangkap.
Adapun, jasad Siti Khotimah pertama ditemukan tetangganya, Ecin (45) dan Dewi (30) sekitar pukul 06.00. Saat itu, Ecin mendengar hape yang terus berbunyi di rumah korban. Dia berniat memberitahukan korban. Lalu Ecin masuk ke rumah perempuan sepuh itu. Saat itu kondisi pintu rumah tidak dalam keadaan terkunci.
“Korban ini ditemukan di ruangan depan TV samping kursi dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Gito SH kemarin (11/10).
Saat ditemukan, korban terkujur kaku. Tubuhnya telungkup. Kedua tangannya terikat kerudung warna hitam. Mulutnya disumpal kaos daster batik berwarna merah dan coklat. Mulutnya juga diikat baju kaos tangan panjang warna kuning dan putih. Di saat yang sama kepala korban berlumuran darah. Saat itu, kondisi korban juga tidak menggunakan pakaian. “Kain yang ada di kepalanya itu sebagai penutup mulut dan hidung,” ungkap Kasat.
Di kepala korban, ditemukan tiga luka robek. Masing-masing memiliki panjang 7 cm dengan kedalaman 1 cm dan 4 cm. “Memang kalau luka yang ada pada bagian atas kepala korban itu tidak parah. Kemungkinan kematian korban karena mulut dan hidungnya tertutup,” paparnya.
Luka di atas kepala korban, kata Gito, tidak mengenai tulang kepala. Hanya luka robek. Diperkirakannya, robek tersebut karena benturan benda tumpul.
Hasil pemeriksaan medis, kata Gito, saat ditemukan, korban sudah meninggal kurang lebih delapan jam. “Diperkirakan (pembunuhan) itu terjadi sekitar pukul 1-2 pagi,” ujarnya.
Saat ditanya apakah korban menderita kekerasan seksual, Gito menunggu hasil otopsi dokter forensik. “Untuk otopsi akan dilakukan besok (hari ini, 12/10, Red) karena sudah kami kirimkan jenazahnya ke RS dr Soekardjo Kota Tasikmalaya,” katanya.
Hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, kata Gito, Siti Khotimah adalah korban pembunuhan. “Fakta yang ada, ini merupakan pembunuhan,” jelas dia.
Dari keterangan keluarga korban, kata Gito, Siti Khotimah merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pensiunan kepala sekolah dasar di Kecamatan Sodonghilir. Sehari-hari, korban tinggal seorang diri. Dia berdagang. “Warungnya tidak jauh dari rumahnya. Hanya beberapa meter saja,” ujar Gito.
Saat ini, kata dia, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus pembunuhan itu. “Barang bukti yang kami amankan yakni baju daster corak warna merah dan coklat, baju kaos lengan panjang warna kuning, kerudung hitam dan daleman baju warna putih,” ujarnya.
Kapolsek Sodonghilir Iptu Mochamad Sapar mengatakan dari hasil olah TKP sementara bahwa pelaku pembunuhan masuk menuju rumah korban dari belakang rumah. Pelaku naik ke atap rumah. Analisa itu muncul setelah polisi menemukan esteger di pinggir rumah korban. Itu dipakai alat memanjat. Bagian pelafon rumah korban juga rusak.
“Hasil olah TKP sementara pelaku ini masuk dari atap. Keluar dari pintu depan, tetapi itu belum bisa dipastikan,” ujarnya.
Kepala Desa Cukangkawung Kecamatan Sodonghilir Ade Anas mengatakan korban tinggal sorang diri. Sehari-hari, korban berjualan kelontongan dekat rumahnya. “(Korban) ini merupakan ibu seorang pensiunan kepala sekolah di sini. Namun saya kurang begitu tahu pensiunnya tahun barapanya,” tuturnya di Polsek .
Korban, kata Ade Anas, terkenal ramah. Dia berharap pelaku pembunahannya segera bisa ditangkap supaya mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Suryadi (38), warga setempat mengatakan kor­ban merupakan sosok yang ramah sering menyapa ketika bertemu ataupun berpapasan. Termasuk saat dia berbelanja. “Bia­sanya selalu nanya duluan kalau kita beberlanja k warungnya,” ujar dia. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.