Pentingnya Literasi Bagi Guru Madrasah

641
0

Rasa syukur ini kami sampaikan ke hadirat yang kuasa Allah SWT. Atas Kasih dan sayang-Nya, sehingga menginjak tahun kedua ini giat madrasah yang dilaksanakan oleh organisasi profesi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) telah dan sedang dilakukan. Tentu dari giat madrasah ini ada harapan dan makna yang sangat penting untuk keluarga besar madrasah. Diantaranya terwujudnya mutu atau kualitas serta prestasi para guru, siswa dan madrasah.
Siswa dan madasah berkualitas ditentukan salah satunya oleh faktor guru. Sehingga para guru dituntut untuk terus meningkatkan komptensinya. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005, kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan keprofesionalan. Adapun standar kompetensi yang diprasyaratkan undang-undang guru dan dosen diantaranya kompetensi paedagogik, profesional, personal dan sosial.
Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada setiap jenjang, tentunya seorang guru harus memiliki keahlian yang melekat dengan profesinya.
Salah satu hal yang harus dikembangkan dari seorang guru adalah kemampuan/berliterasi dan memiliki harapan untuk terus belajar. Literasi bermakna kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Sedangkan menurut Educational Development Center (EDC) literasi dimaknai sebagai kemampuan Individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan (skill) yang dimiliki dalam hidupnya (www.komunikasi praktis.com), dengan demikian berliterasi bagi seorang guru dapat dicapai melalui jalur pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi dan atau melalui pembinaan, pelatihan, seminar, workshop dan atau diklat. Sehingga dapat menunjang bagi kompetensi dan keprofesionalan dalam pekerjaannya.
Melalui tulisan ini, penulis fokuskan untuk membangun budaya literasi guru melalui membaca dan menulis, agar guru lebih banyak pengetahuannya dibandingkan para siswanya. Jangan sampai ada istilah antara guru dan siswa dapat dibedakan dalam satu malam. Seorang guru professional ia mengajar dengan penuh persiapan, maka persiapan mengajar guru disiapkan melalui perencanaan yang dibuat baik itu sifatnya tahunan, semesteran dan ataupun dalam proses pembelajaran berbentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Peserta didik kini tengah pintar menguasai teknologi, tentu seorang guru tidak boleh kalah pintar dengan peserta didik, maka di sinilah seorang guru terus belajar untuk tingkatkan kapasitas keilmuan, penguasaan teknologi. Selaras dengan itu pula kemampuan untuk selalu mambaca, baik buku yang menunjang terhadap peningkatan kompetensinya, maupun buku rujukan pembelajaran bagi penguatan pelajaran dan atau media masa, sehingga guru banyak tahu tentang apa yang harus diberikan dalam kegiatan pembalajaran, sehingga pembelajara yang ia sampaikan tidak tekstual tetapi lebih kepada kontekstual. Hal ini akan menambah wawasan dan daya kritis siswa di dalam pembelajaran, tentu saja para siswa akan kaya dengan pengetahuan dan memiliki pengelaman yang baik dan berkesan. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.